Pengertian Teks Anekdot – Struktur, Ciri-Ciri, Unsur Kebahasaan, Tujuan

Teks Anekdot ialah salah satu jenis bacaan yang sering kita jumpai di sebuah media cetak. Dengan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin bagus, kini teks anekdot tersebut bisa dijumpai di media sosial secara online.

Pada dasarnya teks anekdot merupakan salah satu jenis teks bacaan yang memuat cerita lucu atau humoris. Namun, di sini lain cerita tersebut pun menjadi salah satu bacaan yang memuat banyak kritikan.

Pengertian Teks Anekdot

Secara umum, teks anekdot dapat didefinisikan sebagai sebuah teks yang memuat cerita lucu yang dimaksudkan untuk menyampaikan sebuah kritikan-kritikan. Pada umumnya, teks anekdot ini memilih topik layanan publik, lingkungan, dan sosial. Selain memuat bacaan yang lucu sekaligus mengkritik, teks anekdot ini pun termasuk jenis teks yang memuat suatu amanah, nilai moral, dan suatu fakta secara umum.

Teks Anekdot juga merupakan sebuah  cerita singkat dan lucu atau menarik, yang di buat untuk mengilustrasikan suatu kejadian atau orang sebenarnya. Teks Anekdot selalu dibuat dan disampaikan berdasarkan pada suatu kejadian yang memang nyata dan mencakup orang-orang yang sebenarnya terkait dalam kejadian tersebut.

Menurut Kemendikbud (2013: 111), teks anekdot ialah sebuah teks yang dikemas secara singkat, menarik, lucu, dan mengesankan tentang orang penting atau tokoh terkenal yang diceritakan sesuai dengan kejadian yang sebenarnya.

Selain itu, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI juga menjelaskan bahwa teks anekdot merupakan sebuah teks yang singkat dan menarik yang menceritakan tentang kisah tentang orang-orang penting yang diceritakan persis seperti kejadian yang nyata. Sedangkan menurut Wikipedia, teks anekdot ialah sebuah teks yang dikemas secara lucu dan menarik yang menggambarkan suatu kejadian atau orang yang sesuai yang fakta di kehidupan nyata.

 

Struktur Teks Anekdot

Jika dibandingkan dengan jenis teks bacaan lainnya, teks anekdot ini memiliki struktur yang berbeda. Tujuan struktur teks anekdot yang berbeda ini, agar teks akan lebih sesuai dan rapi. Ada lima struktur teks anekdot yang perlu Anda ketahui, yaitu:

1. Abstrak

Abstrak merupakan struktur utama yang ada dalam sebuat teks anekdot ini. Abstrak diletakkan berada di paragraf yang paling awal atau atas. Alasan mengapa abstrak diletakkan di paragraf tersebut karena berfungsi untuk menggambarkan dan menganalisis teks secara umum pada pembaca agar pembaca membayangkan apa yang terjadi pada teks tersebut.

2. Orientasi

Orientasi ialah struktur awal kejadian pada bacaan teks yang terdapat di keterangan latar belakang cerita tersebut mengapa peristiwa utama dapat terjadi.

3. Krisis

Krisis ialah bagian kedua dari struktur anekdot yang menjelaskan mengenai pokok masalah utama atau inti dengan sesuatu yang menarik dan tidak seperti pada umumnya. Hal ini mungkin saja terjadi pada penulis teks anekdot tersebut.

4. Reaksi

Struktur reaksi dalam teks anekdot ini memilki hubungan besar. Reaksi dijadikan sebagai bagian yang memberikan penyelesaian masalah lengkap dengan menggunakan cara yang menarik dan berbeda dari biasanya.

5. Koda

Bagian yang paling akhir dari sebuah teks anekdot ialah Koda. Koda ialah bagian teks anekdot yang dijadikan sebagai teks penutup bacaan tersebut.

Berikutnya, Anda perlu tahu pula apa saja ciri-ciri mendasar dari sebuah teks anekdot. Inilah ciri-ciri dari sebuah teks anekdot.

 

Ciri-Ciri Teks Anekdot

1. Teks berisi tentang suatu perumpamaan

Dalam teks anekdot, Anda akan menjumpai sebuah perumpamaan teks yang mendekati sebuah cerita dongeng. Jadi, seperti halnya sebuah karangan cerita imajinasi, cerita anekdot pun berisi tentang teks yang bersifat nyata dan memang benar-benar terjadi di masyarakat.

2. Menggunakan tokoh-tokoh yang terkenal dan dekat dengan kehidupan sehari-hari

Dalam sebuah teks anekdot, Anda bisa menemukan beberapa tokoh penting dan terkenal yang biasa ada di sekeliling kehidupan kita. Untuk membuat bacaan semakin menarik, anekdot pasti memilih tokoh seperti orang-orang pemerintahan ataupun anggota luar lainnya.

3. Memiliki sifat cerita yang humoris namun menyindir

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa teks anekdot ini memuat sebuah bacaan yang berisi tentang kritikan pada suatu hal yang benar-benar terjadi. Ciri dari teks ini ialah mengemas kritikan tersebut dengan suatu cerita atau guyonan yang menggelitik. Sindiran atau kritikan akan banyak Anda temui di jenis teks ini.

4. Teks anekdot diceritakan secara singkat, padat, dan jelas

Dalam teks anekdot ini, Anda akan dapat memahami secara langsung tentang apa isi teks tersebut sebenarnya. Teks anekdot selalu menggunakan kata yang jelas dan padat agar mudah dipahami oleh pembacanya.

5. Memiliki tujuan atau maksud tertentu

Setiap teks anekdot yang dibuat oleh penulis atau pengarangnya memiliki tujuan dan maksud tertentu. Setiap sindiran dalam teks anekdot memiliki tujuan yang berbeda-beda, hal itu sesuai dengan isi teks tersebut.

6. Secara umum teks anekdot menceritakan tentang hewan dan manusia

Dalam setiap cerita dalam teks anekdot, pengarang atau penulis selalu menggunakan perumpamaan hewan ataupun manusia.

Dari semua ciri-ciri di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa teks anekdot merupakan sebuah teks bacaan yang berisi tentang sebuah kritikan. Perlu Anda ketahui bahwa teks tersebut dibuat dengan suatu tujuan yang nyata. Lalu apakah tujuan dari sebuah teks anekdot tersebut?

 

Tujuan Teks Anekdot

Inilah tujuan dari penulis atau pengarang membuat sebuah karangan teks anekdot, yaitu:

1. Menghibur pembaca

Dengan bacaan yang lucu dan menggelitik, pengarang berharap semua pembaca teks anekdot dapat terhibur dengan bacaan tersebut.

2. Sarana Kritik

Penulis teks anekdot merupakan salah satu ciri orang yang kritis terhadap sesuatu hal yang terjadi pada hal nyata. Untuk mengekspresikan pikirannya yang kritis pada hal tersebut, maka teks ini digunakan sebagai wadah kritikan-kritikan yang ada di pikirannya.

Dengan mengemas kritikan tersebut kedalam sebuah teks bacaan yang lucu, maka akan membuat seseorang merasa terhibur dengan bacaan kritikan tersebut.

 

Unsur Kebahasaan Teks Anekdot

Selain memiliki struktur dan ciri teks khusus, sebuah teks anekdot pun memiliki unsur kebahasaan teks sendiri. Biasanya istilah kebahasaan ini sering disebut dengan kaidah teks kebahasaan. Lalu apa sajakah unsur kebahasaan yang digunakan penulis dalam mengarang sebuah teks anekdot?

  1. Menggunakan pertanyaan dan pernyataan yang menarik dengan bahasa yang kreatif dan efektif. Istilah lainnya sering disebut dengan bahasa retorik.
  2. Menulis rangkaian teks dengan mengikuti struktur awal hingga akhir, mulai dari abstrak hingga koda.
  3. Menyatakan sebuah peristiwa dan bagian dari sebuah peristiwa menggunakan konjungsi.
  4. Memakai kata keterangan waktu yang lampau, karena teks ini mengkritik sesuatu yang emang sudah terjadi.
  5. Menggunakan kata kerja atau predikat.
  6. Menggunakan kalimat perintah
  7. Dirancang secara berurutan dan kronologis

 

Maka demikianlah penjelasan tentang sebuah teks anekdot yang berisi tentang sebuah cerita lucu namun penuh dengan sebuah kritikan nyata. Kritikan yang ada di dalam cerita ini bersifat positif sehingga akan sangat bermanfaat untuk dibaca oleh semua kalangan usia.

Dengan mengetahui pengertian teks anekdot, struktur, ciri, tujuan, dan unsur kebahasaan teks anekdot, diharapkan Anda pun bisa memulai untuk membuat teks anekdot karya Anda sendiri.

Sumber:

loading...

Leave a Reply