Penyimpangan Sosial – Pengertian, Contoh, Bentuk, Teori, Penyebab

Semakin ke sini rasanya banyak sekali generasi muda yang mengalami penyimpangan sosial. Banyak orang yang tidak menyadari bahaya dari jenis penyimpangan ini. Bahkan jika tidak dilakukan upaya pencegahan yang serius dan nyata, dikhawatirkan Bangsa Indonesia ke depannya menjadi sangat memprihatinkan.

Oleh sebab itu, kiranya penting untuk mengetahui segala informasi tentang penyimpangan sosial ini, baik dari pengertian, teori, penyebab, bentuk dan contoh hingga upaya pencegahannya.

Pengertian Penyimpangan Sosial

Penyimpangan sosial berasal dari dua kata yang memiliki arti yang saling berkaitan, yaitu penyimpangan dan sosial. Secara umum, penyimpangan sosial dapat diartikan sebagai suatu tindakan yang menyimpang dari norma-norma sosial.

Penyimpangan ini dapat menimbulkan usaha dari pihak yang memiliki wewenang dalam sistem sosial untuk memperbaiki perilaku menyimpang tersebut. Sementara pengertian penyimpangan sosial menurut para ahli yaitu.

  1. Pengertian penyimpangan sosial menurut Robert M.Z Lawang

Robert M.Z Lawang mendefinisikan tentang istilah penyimpangan sosial dengan semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam sistem itu (sosial).

  1. Pengertian penyimpangan sosial menurut Bruce J.Cohen

Penyimpangan sosial yang dikemukakan oleh Bruce J.Cohen meliputi setiap perilaku yang tidak berhasil dalam menyesuaikan diri dengan kehendak-kehendak masyarakat atau kelompok tertentu.

  1. Pengertian penyimpangan sosial menurut Becker

Becker mengemukakan bahwa penyimpangan sosial bukanlah merupakan kualitas yang dilakukan seseorang, tapi konsekuensi dari adanya suatu peraturan dan penerapan sanksi yang dilakukan oleh orang lain terhadap pelaku tindakan tersebut.

  1. Pengertian penyimpangan sosial menurut Ronald A. Hodert

Penyimpangan sosial menurut Ronald A.Hodert adalah suatu tindakan yang melanggar keinginan bersama. Karena alasan tidak sesuai dengan kebiasaan yang terjadi di dalam masyarakat itulah maka pelaku tindakan tersebut bisa dikenai sanksi.

  1. Pengertian penyimpangan sosial menurut Paul B. Horton

Penyimpangan sosial mencakup setiap perilaku yang dinyatakan sebagai tindak pelanggaran terhadap norma-norma yang berlaku di suatu kelompok atau masyarakat.

  1. Pengertian penyimpangan sosial menurut James Vender Zenden

James Vender Zenden mengartikan penyimpangan sosial sebagai sebuah perilaku yang dianggap sebagai sesuatu yang tercela yang berada di luar batas-batas toleransi yang dikukuhkan oleh sebagian besar orang atau warga setempat.

 

Bentuk dan Contoh Penyimpangan Sosial

Bentuk penyimpangan sosial terbagi menjadi dua macam, yaitu:

  1. Berdasarkan sifatnya

Penyimpangan sosial bersifat positif

Yaitu segala tindakan yang berhubungan dengan perilaku menyimpang yang membawa hasil yang positif, baik yang dilakukan oleh perorangan maupun kelompok. Contohnya yaitu tentang inovasi-inovasi yang diberikan oleh anak muda dalam metode pemungutan sumbangan.

Penyimpangan sosial bersifat negatif

Yaitu segala tindakan yang dilakukan yang menghasilkan hal-hal negative atau buruk yang tidak diterima oleh masyarakat. Penyimpangan sosial yang bersifat negative ini dibedakan menjadi dua kategori, yaitu:

  • Penyimpangan negatif primer

Yaitu suatu tindakan penyimpangan sosial yang dilakukan oleh seseorang yang bersifat hanya sementara. Tindakan tersebut tidak dilakukan lagi (berulang-ulang).

Penyimpangan jenis ini masih bisa ditolerir oleh masyarakat. Contohnya seperti tidak membayar pajak tepat waktu, siswa tidak mengerjakan tugas dan lain sebagainya.

  • Penyimpangan negatif sekunder

Yaitu tindakan penyimpangan sosial yang bersifat nyata dan seringkali terjadi, sehingga identic dengan perbuatan yang dilakukan secara khas memperlihatkan perilaku menyimpang.  Contohnya yaitu mabuk-mabukan, perampokan, dan semua tindakan kriminalitas.

  1. Berdasarkan pelakunya

Penyimpangan sosial yang dilakukan satu orang (individual)

Yaitu tindakan penyimpangan yang dilakukan oleh satu orang saja tanpa melibatkan orang lain. Contohnya seperti perilaku membangkang dan melanggar peraturan-peraturan.

Penyimpangan sosial yang dilakukan sekelompok orang (kelompok)

Yaitu penyimpangan yang dilakukan oleh orang-orang yang mematuhi norma suatu kelompok, namun kelompok tersebut membawanya pada perbuatan yang merugikan kelompok lain, bahkan masyarakat luas. Misalnya adalah bom bunuh diri yang dilakukan oleh teroris ISIS.

Penyimpangan sosial campuran

Yaitu tindakan penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang yang taat dan tunduk terhadap suatu kelompok yang bergerak dengan rapi dan tidak terbaca. Misalnya adalah pelajar sering membolos di waktu jam belajar, kemudian di keluarkan dan malah masuk ke dalam kelompok remaja nakal yang membawanya untuk ikut berbuat onar (kenakalan remaja).

  1. Penyimpangan sosial berdasarkan tindakan yang dilakukan

Tindakan non-conform

Yaitu tindakan yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku di suatu tempat seseorang tersebut menjadi anggota masyarakatnya. Contohnya adalah pelajar yang tidak memakai seragam sekolah.

Tindakan anti-sosial

Yaitu tindakan yang melawan kebiasaan masyarakat atau kepentingan umum. Contohnya adalah bunuh diri dan menarik diri dari pergaulan.

Tindakan criminal

Yaitu perilaku penyimpangan sosial yang melanggar hukum tertulis. Tindakan ini menimbulkan efek besar dan luar bagi masyarakat. Contohnya adalah korupsi, pembunuhan dan perkosaan.

 

Jenis-Jenis Penyimpangan Sosial

  1. Kenakalan remaja

Kenakalan remaja adalah jenis tindakan penyimpangan sosial yang dilakukan oleh para remaja atas norma yang ada. Tindakan mabuk-mabukan, tawuran dan balap di jalanan merupakan contoh dari penyimpangan sosial kenakalan remaja.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi remaja melakukan tindakan yang melanggar norma tersebut, yaitu:

  • Ketidakharmonisan lingkungan keluarga
  • Wadah untuk pengembangan diri untuk remaja yang kurang
  • Lingkungan masyarakat yang tidak sehat
  • Situasi yang tidak menentu

Usia remaja merupakan usia dimana anak yang menginjak masa pubertas tersebut mencari jati diri. Sayangnya pencarian jati diri ini banyak memunculkan beragam tindakan yang kurang menyenangkan, seperti sifat yang ingin menjadi jagoan, solidaritas sosial terhadap kawan yang melewati batas dan eksistensinya yang buruk justru ingin diketahui oleh orang banyak.

  1. Penyalahgunaan narkotika

Pada hakikatnya, narkotika adalah obat-obatan yang apabila dipakai sesuai dengan resep dan petunjuk dokter dapat digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit. Sayangnya banyak orang yang menyalahgunakannya.

Penyalahgunaan ini tentu saja termasuk dalam tindakan penyimpangan sosial karena dapat menyebabkan kerugian. Kerugiannya pun tidak hanya terbatas untuk si pemakai saja, tapi juga bisa merebak ke masyarakat luas.

Ada beberapa macam narkotika. Salah satunya memerlukan jarum suntik dalam penggunaannya. Jarum suntik yang dipakai secara bersama-sama beresiko menyebabkan tertularnya penyakit AIDS. Seperti yang kita tahu bahwa penyakit tersebut termasuk salah satu yang paling mematikan di dunia dan belum ditemukan obat yang efektif untuk menyembuhkannya.

Jadi, menjauhkan para remaja Indonesia dari narkoba merupakan tugas penting, agar Indonesia menjadi lebih maju karena memiliki generasi bangsa yang sehat.

  1. Hubungan seksual sebelum menikah

Ada dua jenis penyimpangan sosial dalam kategori hubungan seksual sebelum menikah, yaitu:

Penyimpangan seks

Penyimpangan seks di sini berkaitan dengan hubungan seks yang dilakukan antara sesama jenis. Contoh dari penyimpangan sosial ini adalah homoseks (laki-laki yang menyukai sesama laki-laki) dan lesbian (perempuan yang menyukai sesama perempuan).

Pekerja seks komersial (pelacur)

Pelacur adalah seorang pekerja seks komersial atau bisa diartikan sebagai pekerjaan yang dalam pekerjaannya seorang wanita menyerahkan tubuhnya untuk khalayak umum dengan tujuan mendapatkan imbalan atau upah. Penyimpangan sosial ini bisa dipicu oleh dua faktor, yaitu:

  • Faktor internal

Adanya sifat malas, ingin merasakan hidup enak tanpa mau berusaha keras dan rusaknya moral.

  • Faktor eksternal

Faktor eksternal dari penyimpangan sosial seorang pelacur adalah karena faktor ekonomi dan urbanisasi yang tinggi.

  1. Tindakan kriminal

Tindakan kriminal terjadi karena sifat kondisional. Dengan begitu jelas sekali jika salah satu bentuk penyimpangan sosial ini bukan semata-mata merupakan bawaan dari lahir.

Parahnya, semakin hari, tindakan penyimpangan kriminal semakin meningkat dari segi kualitas dan kuantitas. Hal ini bisa dipicu karena beberapa hal, seperti:

  • Keadaan ekonomi yang sedang tidak baik
  • Tingginya angka pengangguran
  • Timbulnya kecemburuan sosial
  • Rasa ingin menyelesaikan masalah dengan cepat dan instan.

Sementara itu, tindakan criminal yang dilakukan oleh satu orang (satu individu) biasanya terjadi karena beberapa faktor, yaitu:

  • Alasan psikologis

Seseorang yang melakukan tindakan criminal sering kali dipicu karena perasaan atau faktor psikologisnya, misal marah, dendam, sakit hati, putus asa dan keadaan bingung.

Contoh dari kasus tindakan criminal yang dilakukan oleh individu karena alasan psikologis ini yaitu seperti yang tertuang dalam film Catatan Akhir Sekolah. Seorang murid cupu sering diejek dan dibully oleh teman-temannya, sehingga berhujung dendam dan penyekapan.

  • Alasan biologis

Biologis dalam tindakan criminal mencakup kebutuhan untuk makan. Tindakan criminal yang dipicu karena alasan biologis ini adalah alasan yang paling sering dijumpai pada kasus-kasus kejahatan.

Contohnya adalah orang yang kelaparan karena dalam beberapa hari tidak jua menemukan makanan untuk dimakan terdorong untuk mencuri makanan milik orang lain.

 

Teori Penyimpangan Sosial

Beberapa ahli sosiologi yang menguraikan tentang teori-teori penyimpangan sosial, yaitu:

  1. Edwin H. Sutherland

Menurut E. H. Sutherland penyimpangan sosial berasal dari pergaulan yang berbeda. Contohnya adalah seseorang yang memakai dan kecanduan narkoba karena ia berteman dengan pecandu narkoba. Teori penyimpangan sosial yang dikemukakan oleh E.H. Sutherland ini disebut dengan teori pergaulan berbeda atau teori differential association.

  1. E.M Lemert

Teori penyimpangan sosial menurut E.M Lemert adalah seseorang yang telah melakukan tindakan penyimpangan pada tahap primer dan diganjar oleh masyarakat yang menjulukinya sebagai pelaku peyimpangan cenderung akan mengulangi atau meneruskan tindakan menyimpangnya tersebut. Alasan yang sering kali dipakai adalah karena telah kepalang basah. Teori ini disebut juga dengan teori labelling (pemberian julukan).

Contoh teori dari E.M Lemert adalah seseorang baru pertama mencuri dan ketahuan. Sekalipun baru pertama kali dan setelah itu tidak lagi mencuri, namun oleh masyarakat langsung dijuluki dengan si pencuri. Maka, pelaku tersebut termotivasi untuk melakukan pencurian lagi.

  1. Emile Durkeim

Teori yang dikemukakan oleh Emil Durkeim dijuluki dengan teori fungsi. Adapun maksud dari teori ini adalah tercapainya sebuah kesadaran moral dari semua anggota masyarakat terjadi karena beberapa faktor, yaitu:

  • Keturunan
  • Perbedaan lingkungan fisik
  • Lingkungan sosial

Menurut pencetus teori penyimpangan sosial ini, kejahatan atau tindakan kriminal diperlukan agar moralitas dan hukum dapat berkembang secara normal.

  1. Robert K. Merton

Teori penyimpangan sosial dari R. K. Merton mencakup beberapa bentuk adaptasi terhadap situasi tertentu, seperti:

  • Ritualisme

Yaitu tindakan seseorang yang telah meninggalkan tujuan budaya tapi masih tetap berpegang pada cara-cara yang telah digariskan oleh masyarakat.

  • Pemberontakan (Rebellion)

Yaitu penarikan diri dari tujuan dan cara-cara konvensional yang disertai upaya untuk melembagakan tujuan dan cara baru.

  • Pengunduran atau pengasingan diri (Retreatisme)

Yaitu perilaku meninggalkan, baik untuk tujuan konvensional atau cara pencapaian konvensional, sebagaimana yang dilakukan oleh para pelaku penyimpangan sosial.

  • Inovasi

Yaitu tindakan mengikuti tujuan yang ditentukan oleh masyarakat, tetapi dalam pelaksanaan memakai cara yang dilarang oleh masyarakat dengan melakukan tindakan criminal.

  • Media pembentukan perilaku menyimpang

Yaitu perilaku menimpang yang dilakukan oleh seseorang terjadi karena adanya media yang menjadi pencetus sekaligus yang mendorong terbentuknya kepribadian yang menyimpang.

  • Konformitas

Yaitu perilaku menyimpang dengan cara mengikuti tujuan dan cara yang telah ditentukan oleh masyarakat untuk mencapai tujuan tersebut.

 

Penyebab Penyimpangan Sosial

Dalam bukunya yang berjudul “Punishment and Reformation”, Wilnes menjelaskan mengenai sebab-sebab terjadinya penyimpangan. Menurut Wilnes, faktor penyebab penyimpangan sosial bisa dikarenakan oleh dua hal, yaitu:

  1. Faktor subjektif

Yaitu faktor yang berasal dari diri seseorang pelaku penyimpangan sosial tersebut. Contoh faktor subjektif, yaitu:

  • Intelegensia atau tingkat kecerdasan

Semakin tinggi tingkat intelegensia atau kecerdasan yang dimiliki oleh seseorang, maka seseorang tersebut memiliki peluang yang lebih kecil untuk melakukan tindakan penyimpangan sosial. Hal ini dikarenakan tingkat kecerdasan seseorang dapat mempengaruhi daya tangkap seseorang untuk menerapkan aturan-aturan yang berlaku di dalam masyarakat.

  • Usia

Pelaku penyimpangan sosial lebih banyak dilakukan oleh anak usia remaja. Kenapa? Karena pada usia ini merupakan masa seseorang mulai mencari jati diri untuk hidup.

  • Jenis kelamin

Jelas bahwa jenis kelamin merupakan salah satu faktor internal seseorang untuk melakukan tindakan penyimpangan sosial. Faktanya laki-laki lebih banyak melakukan penyimpangan dari pada perempuan.

  • Kedudukan dalam keluarga

Bagaimana seseorang tersebut diperlakukan di dalam keluarga dapat menjadi faktor penyebab seseorang melakukan penyimpangan sosial. Anak-anak korban broken home lebih banyak ditemukan melakukan penyimpangan ini.

  1. Faktor objektif

Yaitu faktor yang berasal dari luar atau lingkungan. Contohnya yaitu:

  • Ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan

Apabila seseorang tidak mampu menyerap norma-norma yang berlaku di masyarakat, maka kemungkinan besar ia tidak akan dapat membedakan mana tindakan yang pantas atau tidak pantas untuk dilakukan.

  • Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial

Maksud dari ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial adalah saat seseorang memiliki impian atau tujuan, namun ia tidak memperoleh peluang atau tidak bisa mewujudkannya. Alhasil seseorang tersebut melakukan perilaku menyimpang untuk mencari jalan pintas.

  • Proses belajar yang menyimpang

Artinya adalah perilaku penyimpangan yang dilakukan seseorang berasal dari apa yang ia pelajari. Misalnya, seseorang yang sering menonton ataupun membaca konten negative (misal pornografi), maka lebih cenderung untuk melakukan hal tersebut.

  • Ikatan sosial

Perilaku penyimpangan sosial dapat dipicu karena adanya ikatan sosial antara satu individu terhadap suatu kelompok. Jika kelompok tersebut sering melakukan perilaku menyimpang, maka individu yang masuk dalam kelompok tersebut cenderung akan meniru perilaku apa yang kelompok tersebut lakukan.

 

Upaya Pencegahan Penyimpangan Sosial

Penyimpangan sosial tidak hanya merugikan bagi si pelaku, tapi juga lebih merugikan untuk masyarakat luas, terutama yang terkena dampak langsung dari tindakan tersebut. Jika lama kelamaan tidak adanya penanganan, maka penyimpangan sosial ini bisa merambah menjadi lebih besar dengan kadar tingkat kerugian yang lebih tinggi.

Oleh sebab itu, maka perlu diadakan upaya pencegahan perilaku penyimpangan sosial. Upaya pencegahan ini dapat dilakukan dengan pendekatan-pendekatan yang dimulai dari kelompok terkecil dan terdekat terlebih dahulu, yaitu:

  1. Pendekatan keluarga

Keluarga merupakan pintu gerbang atau bisa dikatakan sebagai langkah awal dari proses sosialisasi dalam proses membentuk kepribadian seseorang. Seseorang yang lahir dan tumbuh berkembang di lingkungan keluarga yang positif, maka kemungkinan besar ia akan dapat memiliki kepribadian yang baik.

Begitupun sebaliknya, seseorang yang lahir dan tumbuh berkembang di lingkungan keluarga yang negatif dan buruk, kemungkinan besar ia akan memiliki kepribadian yang buruk yang bisa memicu timbulnya dorongan untuk melakukan penyimpangan sosial.

  1. Pendekatan sekolah

Sekolah merupakan rumah kedua bagi anak-anak, termasuk remaja. Selain sebagian besar waktu yang dimiliki oleh anak dan remaja dihabiskan di sekolah untuk menuntut ilmu, di tempat tersebut mereka juga seharusnya mendapatkan pendidikan moral.

Pihak sekolah yang peduli dengan masa depan murid-muridnya, cenderung berhasil mencetak alumni yang berkualitas.

  1. Pendekatan lingkungan atau sosial

Lingkungan atau sosial sangat berpengaruh terhadap terbentuknya watak dan kepribadian seseorang. Karena dari tempat tersebutlah maka seseorang dituntut agar bisa beradaptasi dengan lingkungan tempat tinggalnya berikut dengan teman sepergaulannya.

  1. Faktor media massa

Media massa merupakan sebuah wadah untuk bersosialisasi yang dapat mempengaruhi kehidupan seseorang.

Oleh karena itu, maka setiap orang harus dapat memilah-milah mana media massa yang dapat memberikan informasi yang bermanfaat dan bersifat positif. Tindakan memilih dan memilah ini bertujuan agar Anda dapat terhindar dari penyimpangan sosial.

 

Demikian pengetahuan tentang penyimpangan sosial, mulai dari pengertian, bentuk dan contoh hingga faktor penyebab penyimpangan sosial dan upaya pencegahannya.

Dengan mengetahui itu semua diharapkan seluruh lapisan masyarakat sadar diri akan pentingnya untuk hidup lurus dan tidak melakukan penyimpangan-penyimpangan sosial, karena selain jelas merugikan orang lain, tindakan tersebut berdampak lebih buruk bagi si pelaku.

Sumber:

loading...

Leave a Reply