Model Pembelajaran – Pengertian, Contoh, Jenis

Apa itu model pembelajaran? Banyak orang yang mempertanyakan perihal model pembelajaran, terutama yang bergelut di bidang pendidikan. Bahkan para orang tua yang sangat peduli dengan perkembangan belajar putra putrinya pun tak luput dari pertanyaan tersebut.

Hal ini dikarenakan ketika telah mengetahui arti atau definisi dari suatu hal, terutama ilmu, maka ke depannya akan lebih mudah dalam mendalami atau menerapkannya.

Pengertian Model Pembelajaran Menurut Para Ahli

Bisa dikatakan bahwa pengertian model pembelajaran merupakan suatu prosedur yang telah dibuat sesistematis mungkin dengan tujuan agar dalam mengorganisasi pengalaman belajar lebih terarah sehingga dapat mencapai tujuan dari kegiatan belajar mengajar.

Singkatnya, model pembelajaran merupakan suatu pendekatan yang digunakan dalam dunia belajar. Oleh sebab itu, maka model pembelajaran juga bisa diartikan dengan strategi atau pendekatan pembelajaran. Sementara pengertian dari beberapa ahli adalah sebagai berikut:

  1. Pengertian model pembelajaran menurut Supriawan dan A. Benyamin Surasega

Adapun pengertian menurut Supriawan dan A.Benyamin Surasega, model pembelajaran merupakan beberapa (4) kelompok yang menjadi satu tujuan positif untuk kegiatan belajar mengajar, yaitu:

  • Model interaksi sosial
  • Model pengolahan informasi
  • Model personal-humanistik
  • Model modifikasi tingkah laku
  1. Pengertian model pembelajaran menurut Kardi dan Nur

Menurut Kardi dan Nur, keduanya sepakat bahwa pengertian model pembelajaran adalah suatu metode, cara atau strategi yang dapat dipergunakan sebagai bahan dalam mengelola kegiatan pembelajaran. Metode ini mencakup 5 hal, yaitu:

  • Pembelajaran langsung
  • Pembelajaran kooperatif
  • Pembelajaran berdasarkan masalah
  • Pembelajaran melalui diskusi-diskusi
  • Strategi pembelajaran atau learning strategi
  1. Pengertian model pembelajaran menurut E.Mulyasa (2003)

Sama seperti Kardi dan Nur, E.Mulyasa juga mendefinisikan model pembelajaran dalam lima cakupan. Yang membedakan antara pengertian model pembelajaran menurut Kardi dan Nur dan E.Mulyasa adalah bahwa menurut E. Mulyasa, metode yang diterapkan adalah yang sesuai dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi, yaitu:

  • Pembelajaran kontekstual (contectual teaching learning)
  • Bermain peran (role playing)
  • Pembelajaran partisipatif (participative teaching and learning)
  • Belajar tuntas (mastery learning)
  • Pembelajaran dengan modul (modular instruction).
  1. Model pembelajaran menurut Toeti Soekamto dan Winataputra (1995:78)

Toeti Soekamto dan Winataputra mengartikan kata metode pembelajaran sebagai sebuah kerangka konseptual yang isinya sistematis dengan tujuan agar dapat menggambarkan prosedur dalam mengorganisasikan pengalaman belajar bagi para siswa dalam mencapai tujuan dari proses belajar.

Selain itu, definisi menurut kedua ahli ini juga melebar kepada fungsi dari metode pembelajaran, yaitu berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran sekaligus para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

  1. Model pembelajaran menurut Joyce dan Weil (1986:14-15)

Joyce dan Weil mendefinisikan model pembelajaran sebagai sebuah metode, cara atau strategi dalam kegiatan belajar dan mengajar yang harus memiliki empat unsur, yaitu:

  • Sintak (syntax)

Sintak merupakan fase-fase atau phasing dari model pembelajaran yang isinya menjelaskan tidak hanya tentang model pembelajaran tersebut, tetapi juga dalam pelaksanaannya yang bisa dilihat secara nyata.

  • Sistem sosial (the social system)

Metode pembelajaran harus menunjukkan bukti berupa peran ataupun hubungan antara guru dan siswanya selama dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini, tugas guru bisa bermacam-macam, kadang sebagai fasilitator dan kadang juga sebagai nara sumber ilmu pengetahuan.

  • Prinsip reaksi (principle of reaction)

Suatu metode pembelajaran harus bisa menunjukkan bagaimana seorang guru dalam memperlakukan siswanya. Selain itu, seorang guru juga harus bisa merespon terhadap apa yang dilakukan oleh siswanya. Cara memperlakukan dan merespon siswa juga bervariasi tergantung apa yang dilakukan siswa.

  • Sistem pendukung (support system)

Sistem pendukung dalam metode pembelajaran yang dikemukakan oleh Joyce dan Weil mencakup 3 hal penting, yaitu:

  • Sarana
  • Bahan
  • Alat yang dapat dipergunakan dalam mendukung model pembelajaran.

 

Contoh Model Pembelajaran

Berikut ini beberapa contoh model pembelajaran yang dapat membuat peserta didik menjadi lebih aktif, sehingga dapat Anda jadikan sebagai acuan dalam kegiatan pengajaran keterampilan di kelas, yaitu:

  1. Model pembelajaran individual (individual learning)

Metode pembelajaran individual ini memiliki tujuan agar peserta didik diharapkan mampu berkembang dengan baik sesuai dengan kebutuhan peserta didik secara mandiri. Contoh:

  • Portofolio
  • Tugas mandiri
  • Penilaian diri
  • Galeri proses
  1. Model pembelajaran kolaborasi (collaboration learning)

Dalam model pembelajaran ini, peseta didik dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Tiap-tiap kelompok diberi tugas. Dengan diberikannya tugas tersebut, diharapkan peserta didik mampu menyelesaikan tugas atau pekerjaan kelompok dengan cara saling membantu. Contoh:

  • Tim quiz
  • Kartu sortis
  • Proyek
  • Turnamen
  1. Model pembelajaran sikap

Tujuan dari model pembelajaran sikap ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran akan perasaan, nilai dan sikap dari peserta didik dalam hal, misalnya:

  • Penilaian diri dan teman
  • Mengenali diri sendiri
  • Posisi penasehat
  1. Model pembelajaran bermain

Dengan bermain game, maka peserta didik bisa lebih terbuka, kreatif dan senang. Dengan menerapkan metode ini, maka diharapkan peserta didik dapat lebih kreatif dan bersemangat dalam belajar. Contoh:

  • Tebak kata
  • Teka-teki
  • Bermain peran
  1. Model pembelajaran multimodel

Tujuan dari model pembelajaran multimodel adalah agar dapat mendapatkan hasil yang optimal dibanding dengan metode pembelajaran yang hanya menggunakan satu jenis model. Contoh:

  • Proyek
  • Magang (cooperative study)
  • simulasi

 

Jenis Model Pembelajaran

Metode pembelajaran memiliki beberapa jenis, yaitu:

  1. Metode diskusi (discussion method)

Metode pembelajaran jenis diskusi menerapkan sistem dimana peserta didik harus bisa memecahkan masalah (problem solving).

Masalah di sini bisa diciptakan dengan melemparkan pertanyaan atau pernyataan yang memiliki sifat problematis untuk dibahas dan dipecahkan bersama-sama.

  1. Metode eksperimen

Metode pembelajaran eksperimen mengajak peserta didik untuk melakukan suatu percobaan. Dengan strategi ini diharapkan mereka dapat membuktikan sendiri sesuai dengan apa yang mereka pelajari.

  1. Metode demonstrasi (demonstration method)

Metode pembelajaran demonstrasi merupakan suatu bahan pengajaran yang dilakukan dengan cara memperagakan atau mempertunjukkan sesuatu, seperti proses, situasi ataupun mengenai benda (benda) tertentu.

Metode pembelajaran ini lebih banyak memperagakan dengan diikuti dengan penjelasan lisan.

  1. Metode Tanya jawab

Metode Tanya jawab merupakan metode yang sering dilakukan dan tertua. Baik peserta didik ke pengajar ataupun dari pengajar ke peserta didik, keduanya bisa menyampaikan pertanyaan yang wajib dijawab oleh pihak yang diberi pertanyaan.

  1. Metode ceramah (preaching method)

Satu lagi metode kuno dalam proses pembelajaran, yaitu metode ceramah. Dalam metode ini, pendidik (guru) memberikan materi dalam bentuk lisan atau ceramah. Hal ini bisa diartikan juga sebagai bentuk komunikasi lisan antara pendidik dan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar.

 

Dengan mengetahui informasi dan ilmu mengenai pengertian, contoh dan jenis metode pembelajaran, diharapkan seorang pendidik mampu meningkatkan kinerja mendidiknya.

Selain itu, sang pendidik pun dapat menemukan metode pembelajaran apakah yang sekiranya tepat untuk mendidik anak didiknya di era sekarang. Antara pendidik satu dan lainnya mungkin akan menemukan perbedaan mana metode terbaik untuk anak didiknya.

Hal ini wajar karena metode pembelajaran terbaik dipengaruhi beberapa hal, termasuk tingkat kecerdasan peserta didik, lingkungan tempat tinggal.

Sumber:

loading...

Leave a Reply