IPS

Pengertian Korupsi – Dampak, Penyebab, Upaya Pemberantasan

Dalam pengertian secara luas, korupsi merupakan suatu tindakan yang tidak baik dalam penyalahgunaan kepercayaan atau jabatan yang mengakibatkan kerugian bagi diri sendiri dan negara.

Korupsi ini merupakan suatu tindak kriminal yang menjadi salah satu kasus terbesar di Indonesia. Mungkin Anda sering melihat atau mendengar info tentang banyak orang yang tersandung kasus masalah korupsi.

Pernahkah Anda berpikir ingin mengetahui tentang suatu pemahaman lebih dalam mengenai suatu tindak korupsi yang sering dilakukan oleh seseorang?

Pada kesempatan ini, mari kita ulas secara jelas dan tuntas mengenai tindak korupsi, sekaligus faktor dan dampak yang dapat terjadi akibat tindak korupsi tersebut.

Pengertian Korupsi Menurut Para Ahli

Di bawah ini merupakan definisi dari korupsi menurut para ahli, sebagai berikut:

  1. Syed Hussein Alatas berpendapat bahwa korupsi merupakan suatu subordinasi antara kepentingan umum dengan kepentingan pribadi yang telah melanggar suatu norma, tugas, dan kesejahteraan bersama. Tindakan ini termasuk dalam tindakan pengkhianatan, penipuan, dan kerahasiaan yang memberikan efek buruk terhadap rakyat.
  2. Juniadi Suwartojo berpendapat bahwa korupsi merupakan suatu tindak tidak terpuji dari seseorang karena telah melanggar aturan dan norma-norma yang berlaku dalam suatu negara. Tindakan yang tidak terpuji dapat mengacu pada sebuah penyalahgunaan atas kekuasaan dan kesempatan yang diterima oleh seseorang yang berlaku pelaku kriminal (korupsi). Tindakan yang telah ia lakukan tersebut akan menguntungkan diri sendiri, namun sebaliknya hal ini akan sangat berdampak buruk kepada orang lain atau rakyat.
  3. Philip mendefinisikan korupsi sebagai tindakan atau tingkah laku seorang pejabat atau public figure yang melalui jalur menyimpang. Penyimpangan ini merupakan tindakan memanfaatkan suatu kondisi yang menguntungkan diri sendiri, namun merugikan orang lain.
  4. Brooks berpendapat bahwa korupsi merupakan suatu tingkah laku seseorang yang memang sengaja dilakukan karena suatu kesalahan dan kelalaian dalam mengemban tugas. Jadi korupsi ini ialah suatu kasus dimana seseorang melalaikan kewajibannya dan mengambil keuntungan dari hal tersebut.
  5. UU Nomor 24 Tahun 1960 menjabarkan definisi korupsi sebagai suatu perbuatan tercela dari seseorang akibat dari tindak kejahatan atas penyalahgunaan kedudukan atau jabatan.
  6. Kartono berpendapat bahwa korupsi merupakan sebuah tingkah laku seseorang dalam mengambil keuntungan atas wewenangnya pada suatu jabatan. Untuk keuntungan pribadinya, orang tersebut rela merugikan orang lain dan negara demi kepentingannya sendiri.
  7. Haryatmoko mendefinisikan korupsi sebagai upaya dalam menggunakan kemampuan dalam menyalahgunakan posisinya untuk mendapatkan informasi dan uang yang akan menguntungkan diri sendiri.
  8. Black’s Law Dictionary berpendapat bahwa korupsi merupakan suatu perilaku buruk yang dilakukan dengan memberikan keuntungan yang tidak sesuai dengan kebenaran. Korupsi ini merupakan suatu tindakan penyalahgunaan jabatan dan karakternya untuk mendapatkan keuntungan real secara sepihak atau pribadi.
  9. S. Hornby berpendapat bahwa korupsi merupakan suatu penawaran yang buruk dalam suatu penerimaan hadiah,. Penawaran tersebut berupa sebuah suap atau penyogokan.
  10. Henry Campbell Black mendefinisikan korupsi sebagai perbuatan curang dalam mengambil keuntungan yang tidak disesuaikan dengan hak-hak dan kewajibannya.
  11. Anwar berpendapat bahwa korupsi merupakan suatu tindakan penyalahgunaan amanat yang telah diberikan hanya untuk kepentingan pribadi.
  12. Prof. Subekti mengatakan bahwa korupsi merupakan suatu tindakan perdana yang memiliki tujuan ingin memperkaya dan menyejahterakan diri sendiri dengan cara merugikan negara dan masyarakat sekitar.
  13. Dr. Kartini Kartono berpendapat bahwa korupsi merupakan suatu tingkah laku dalam pengerukan keuntungan pribadi dengan merugikan kepentingan umum.
  14. Mubyarto berpendapat bahwa korupsi merupakan suatu tindakan kriminal yang menyangkut masalah politik tentang suatu kasus ekonomi.
  15. Alfier berpendapat bahwa korupsi merupakan suatu perilaku menyimpang dari seseorang dalam melanggar suatu norma-norma penting. Perilaku penyimpangan tersebut sengaja dilakukan untuk mendapatkan keuntungan untuk pribadi.
  16. Nurdjana (1990) berpendapat bahwa korupsi merupakan sebuah kata yang berasal dari bahaya Yunani yaitu “corruption”. Hal ini diartikan sebagai suatu tindakan tidak baik, buruk, curang, tidak bermoral, dan menyimpang dari kesucian. Hal tersebut sangat melanggar aturan dan norma-norma hukum negara maupun agama.
  17. Hungtington (1068) berpendapat bahwa korupsi merupakan sebuah tindakan penyimpangan atas norma-norma yang dilakukan oleh seorang pejabat publik demi memenuhi kepentingan diri sendiri.

 

Jenis-Jenis Korupsi

Perlu Anda ketahui bahwa dalam sebuah tindakan korupsi ini terbagi menjadi beberapa bentuk korupsi yaitu:

  1. Penyuapan (bribery) ialah suatu tindakan penyuapan atau penyogokan, baik itu berupa uang ataupun barang.
  2. Fraud merupakan suatu perbuatan kriminal pada ekonomi yang melibatkan tindak penipuan.
  3. Embezzlement ialah suatu tindakan tercela dengan melakukan penipuan dan pencurian yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu dalam sebuah sumber daya.
  4. Extortion merupakan suatu tindakan pemerasan yang dilakukan oleh seoarang pelaku kriminal. Seseorang melakukan pemaksaan kepada orang lain untuk menyerahkan sesuatu yang berharga dengan suatu tindakan yang mengintimidasi.
  5. Favoritism ialah sebuah kekuasan yang dimiliki oleh seseorang sengaja disalahgunakan untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Setiap tindakan yang dilakukan manusia pastilah ada hal yang mendasarinya. Seperti halnya tindak kriminal (korupsi) ini.

Untuk mengetahui akan suatu hal yang mendasari sebuah tindakan kriminal korupsi, maka berikut ini ada faktor-faktor yang bisa menjadi penyebab terjadinya hal tersebut.

 

Faktor Penyebab Korupsi

Terjadinya suatu tindak korupsi ini didasari oleh 2 faktor, yaitu:

  1. Faktor internal

Di dalam faktor ini terdapat tiga sifat pendukung yaitu:

  • Tamak

Sifat tamak merupakan sifat ketidakpuasan akan hal yang telah didapat dan diraih. Sifat ini yang terkadang membuat seseorang akhirnya memilih jalur korupsi.

  • Tidak bermoral kuat

Seseorang yang tidak memiliki moral kuat akan mudah tergoda dan tertarik untuk melakukan tindak kriminal seperti korupsi.

  • Gaya hidup konsumtif

Gaya hidup seseorang yang tidak disesuaikan dengan pendapatannya menjadi salah satu faktor terjadinya suatu tindak korupsi pada seseorang.

  1. Faktor eksternal 

Faktor eksternal yang mempengaruhi tindak korupsi ialah:

  • Faktor ekonomi

Kurangnya sumber pendapatan seseorang yang tidak sesuai dengan kebutuhannya akan mengakibatkan suatu tindak korupsi.

  • Faktor umum

Lemahnya suatu undang-undang hukum dalam negara ini membuat seseorang akan mudah melakukan tindak kriminal korupsi.

  • Faktor organisasi

Tidak adanya suatu sifat keteladanan dalam kepemimpinan pun menjadi salah satu faktor terjadinya suatu tindak korupsi.

  • Faktor politik

Kedudukan dan jabatan dalam suatu bidang politik yang tidak sesuai dengan harapan pun menjadi salah satu penyebab terjadinya tindak korupsi.

 

Itulah dua faktor yang menyebabkan terjadinya suatu tindak korupsi yang dilakukan oleh kebanyakan orang.

Dari sebuah tindakan kriminal, sudah pasti akan memberikan efek atau dampak yang sangat merugikan. Berikut ini ada beberapa dampak dari melakukan suatu tindakan korupsi.

 

Dampak Korupsi

Tindak kriminal korupsi yang sering terjadi pada kasus umum ini tidak hanya merugikan pihak negara saja, namun masyarakat lain pun ikut merasakan kerugian tersebut.

Simaklah beberapa dampak yang disebabkan oleh tindak korupsi, antara lain:

  1. Kualitas hidup menjadi turun drastis
  2. Garis batas negara menjadi semakin melemah
  3. Kedaulatan rakyat semakin hancur
  4. Akses bagi masyarakat akan menjadi terbatas
  5. Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan menurun
  6. Terjadi suatu masalah pada pertumbuhan ekonomi dan investasi
  7. Kualitas barang dan jasa yang ditawarkan semakin menurun
  8. Tindak kriminalitas semakin bertambah
  9. Tugas pemerintahan tidak berjalan dengan baik
  10. Pendapatan negara pada sector pajak akan menurun
  11. Tindak kekerasan di dalam masyarakat akan terus meningkat
  12. Akan banyak sekali bermunculan pemimpin baru yang melakukan korupsi
  13. Harga jasa dan pelayanan akan semakin mahal

Itulah beberapa dampak fatal yang akan diterima oleh masyarakat dan negara bila terjadi suatu tindak korupsi yang dilakukan oleh salah satu anggota petinggi. Dampak di atas akan sungguh sangat fatal jika korupsi dibiarkan terus-menerus terjadi.

 

Seperti yang Anda tahu bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kasus kriminal tentang korupsi yang sangat tinggi. Banyak sekali pejabat dan masyarakat biasa yang tersandung kasus korupsi.

Berikut ini ialah penjelasan mengenai sejarah korupsi di Indonesia.

 

Sejarah Korupsi di Indonesia

Dalam sejarahnya, di Indonesia kasus korupsi memang sudah ada dari sejak zaman orde lama dan semakin bertambah parah semenjak memasuki masa orde baru. Orang yang masuk dalam daftar pertama yang melakukan tindak korupsi ialah Ruslan Abdulgani. Kasus ini merupakan suatu kasus korupsi yang pertama terjadi di Indonesia.

Namun, jika dibandingkan dengan jumlah dari pelaku yang melakukan korupsi pada zaman orde lama dan sekarang ini tentu sangat jauh berbeda.

Sekarang ini sudah banyak orang yang berani mengambil resiko untuk melakukan tindak korupsi. Yang lebih mengejutkan lagi ialah bahwa pelaku dari hampir semua tindak korupsi di Indonesia adalah pejabat tinggi dan orang penting.

Meskipun sekarang ini sistem pemberantasan korupsi sudah mulai meningkat dan semakin baik. Namun, masih ada banyak orang yang berani untuk melakukan hal kriminal tersebut.

Jika dibandingkan dengan masa dulu, dalam upaya pemberantasan korupsi sangat jauh lebih bagus dan maju saat ini. Indonesia menjadi salah satu negara yang berhasil dalam menangkap setiap pelaku kejahatan korupsi.

Inilah sejarah singkat mengenai perkembangan tentang kasus korupsi yang pernah dan masih terjadi di Indonesia. Melihat dari sejarahnya, kita dapat menyimpulkan bahwa tindak korupsi belum membuat para pelakunya jera. Hal itu terbukti dengan banyaknya kasus korupsi oleh para pejabat saat ini, jika dibandingkan dengan pejabat zaman orde lama terdahulu.

Dalam menghadapi masalah kriminal korupsi, tentunya Anda harus mengetahui beberapa upaya yang cocok untuk dilakukan. Untuk dapat menolong generasi penerus untuk terhindar dari suatu tindak kriminal korupsi, berikut beberapa upaya yang perlu dilakukan.

 

Upaya Pemberantasan Korupsi

Dalam mengatasi sebuah masalah kriminal yang besar ini, tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Ada beberapa cara atau upaya khusus untuk memberantas kasus korupsi tersebut. Berikut ini beberapa upaya pemberantasan korupsi, antara lain:

  1. Memberikan pembekalan tentang suatu pendidikan agama secara intensif dalam waktu sedini mungkin.
  2. Menciptakan suatu supremasi hukum yang kuat
  3. Membangun suatu pendidikan anti korupsi
  4. Membangun pendidikan moral dalam waktu sedini mungkin
  5. Melakukan sosialisasi tentang pemahaman korupsi dengan dampak yang akan didapatkan
  6. Menciptakan sebuah kondisifitas nyata di hampir semua daerah di Indonesia.

 

Demikianlah pengertian secara umum dan khusus mengenai tindak kriminal korupsi.

Korupsi merupakan suatu tindakan kriminal yang memiliki konsekuensi yang tinggi bila tertangkap dan terbukti memang benar terkait kasus korupsi. Oleh sebab itu, selamatkanlah diri Anda dari kasus korupsi agar dapat hidup lebih tenang dan damai.

Sumber:

loading...

Leave a Reply