Interaksi Sosial – Pengertian, Bentuk, Contoh, Syarat, Faktor

Sebagai makhluk sosial, manusia perlu melakukan interaksi sosial. Hal ini bertujuan agar dalam menjalani kehidupan, kita bisa bersosial sesuai norma yang berlaku di masyarakat Indonesia.

Adapun pengertian interaksi sosial, bentuk, contoh, dan penjelasan lain mengenai interaksi sosial akan dibahas berikut ini.

Pengertian Interaksi Sosial Menurut Para Ahli

Interaksi sosial merupakan sebuah hubungan timbal balik yang terjadi di dalam masyarakat yang terbentuk karena adanya komunikasi di antara satu pihak dengan pihak lainnya melalui sebuah tindakan tertentu.

Tindakan tersebut mencakup semua tindakan asalkan yang sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Beberapa ahli mengartikan interaksi sosial dengan berbagai makna, diantaranya yaitu:

  • Menurut Homans, interaksi sosial adalah suatu kejadian atau aktivitas apa yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain yang kemudian diberi respon ataupun timbal balik, baik dalam bentuk ganjaran maupun hukuman.
  • Menurut Bonner, interaksi sosial adalah sebuah hubungan yang terjadi antara dua orang atau lebih, di mana kelakuan salah satu pihak dapat mempengaruhi bahkan mengubah individu atau pihak lainnya.
  • Menurut John Lewis Gillin, interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial dinamis yang menyangkut hubungan antara individu satu dengan yang lainnya ataupun kelompok dengan kelompok lainnya.

 

Bentuk Interaksi Sosial

Interaksi sosial mencakup dua bentuk, yaitu:

Proses Asosiatif

Yaitu bentuk interaksi sosial yang mengarah pada bentuk penyatuan dan menghasilkan hal-hal yang positif. Contoh dari bentuk interaksi sosial asosiatif ini, yaitu:

  1. Kerja sama (cooperation)

Kerja sama merupakan suatu usaha yang dilakukan secara bersama-sama baik antar perorangan maupun kelompok manusia. Tujuan tersebut agar dapat mencapai satu atau beberapa kesepakatan atau tujuan bersama.

Kerja sama ini timbul karena adanya rasa menyadari adanya kepentingan-kepentingan yang sama antara kedua belah pihak yang saling bekerja sama. Adapun contoh dari bentuk kerja sama, yaitu:

  • Kooptasi

Kooptasi merupakan suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan dan pelaksanaan politik organisasi sebagai cara satu-satunya untuk menghindari konflik yang bisa mengguncang organisasi.

  • Koalisi (coalition)

Koalisi merupakan bentuk kerja sama yang dilakukan oleh dua organisasi atau lebih atas dasar tujuan yang sama.

  • Bargaining

Bargaining merupakan sebuah pelaksanaan dari perjanjian yang berhubungan dengan pertukaran barang atau jasa antara dua organisasi atau lebih.

  • Usaha patungan (Join venture)

Join venture merupakan kerja sama yang terjadi antara pengusaha suatu proyek tertentu dengan tujuan agar menghasilkan keuntungan yang dapat dibagi antar keduanya menurut proporsi tertentu yang telah disepakati bersama.

  1. Akomodasi (accommodation)

Pengertian akomodasi dalam bentuk interaksi sosial adalah suatu proses di mana perseorangan maupun kelompok manusia yang awalnya bertentangan, namun kemudian menghasilkan suatu yang positif dengan saling mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi ketegangan-ketegangan.

Ada beberapa macam tujuan akomodasi. Tiap-tiap macam tujuan tersebut bergantung pada situasi yang dihadapi, yaitu:

  • Mencegah terjadinya pertentangan
  • Menghasilkan titik temu (sintesis) antara kedua belah pihak atau beberapa pendapat yang berbeda dengan tujuan agar menghasilkan suatu pola baru
  • Mengusahakan peleburan antar kelompok sosial yang terpisah. Misalnya dengan cara lewat perkawinan (amalgamasi)

Adapun contoh dari bentuk akomodasi, yaitu:

  • Koersi

Koersi adalah akomodasi yang terjadi karena adanya paksaan dari salah satu pihak yang biasanya karena merasa lebih kuat dari pihak lawan yang dinilai lebih rendah dan lemah

  • Kosilasi

Kosilasi merupakan suatu usaha untuk mempertemukan keinginan kedua belah pihak dengan tujuan agar mencapai persetujuan bersama melalui perundingan

  • Stalemate

Stalemate merupakan salah satu bentuk akomodasi yang menurunkan kekuatan dua belah pihak yang saling berselisih menjadi serendah mungkin sampai pada suatu titik yang seimbang. Kedua belah pihak ini tidak boleh maju ataupun mundur dari keadaan seimbang tersebut. Selain itu, keduanya harus menunggu konflik reda dengan sendirinya.

  • Kompromi (compromise)

Kompromi merupakan bentuk akomodasi di mana masing-masing kedua belah pihak saling mengerti, sehingga kedua pihak yang bersangkutan dapat mengurangi tuntutannya. Tujuan kompromi adalah untuk mencapai penyelesaian terhadap perselisihan.

  • Toleransi (tolerant participation)

Tolerant participation merupakan individu yang memiliki watak untuk menghindari perselisihan. Sedangkan toleransi merupakan bentuk atau perwujudan dari sikap atau usaha dalam menghindari perselisihan.

  • Eliminasi (elimination)

Eliminasi merupakan pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat dalam konflik karena mengalah

  • Segresi (segregation)

Segresi merupakan bentuk akomodasi karena masing-masing pihak saling memisahkan diri dan menghindar karena mengurangi atau menghindari ketegangan

  • Stalemate

Stalemate terjadi ketika pihak-pihak yang saling bertikai memiliki kekuatan yang sama (seimbang), sehingga pertikaian tersebut berhenti pada suatu titik tertentu tapi belum berakhir. Contoh, pertikaian antara Korea Selatan dan Korea Utara

  • Arbitration

Arbitration adalah suatu proses akomodasi yang dalam pelaksanaannya menggunakan jasa dari pihak ketiga yang dinilai memiliki kedudukan lebih tinggi dari kedua belah pihak yang saling berselisih. Tujuan dari hadirnya pihak ketiga tersebut adalah untuk membantu menyelesaikan permasalahan diantara dua pihak tersebut.

Syarat untuk menjadi pihak ketiga selain memiliki kedudukan lebih tinggi adalah harus netral dan berasal dari badan yang berwenang. Untuk menggunakan jasa pihak ketiga ini harus dengan kesepakatan kedua belah pihak. Nantinya keputusan dari pihak ketiga ini tidak bersifat mengikat.

  1. Akulturasi

Akulturasi merupakan sebuah proses yang muncul dengan syarat suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu bertemu dengan unsur-unsur dari kebudayaan asing. Nantinya secara lambat laun, kebudayaan asing tersebut dapat diterima oleh sekelompok manusia tersebut.

Namun tidak serta merta menghilangkan kebudayaan dari kelompok tersebut. Contoh dari bentuk interaksi sosial ini adalah barang-barang elektronik dan alat transportasi. Sementara yang tidak bisa diterima adalah budaya.

  1. Asimilasi

Asimilasi merupakan sebuah bentuk usaha untuk tujuan mengurangi perbedaan yang terjadi di antara beberapa orang atau kelompok.

Asimilasi juga bisa disebut sebagai bentuk usaha dalam menyamakan sikap, mental dan tindakan demi terwujudnya tujuan bersama.

Contohnya:

  • Toleransi yang dilakukan oleh dua kelompok masyarakat, yaitu etnis Tionghoa dengan masyarakat pribumi Indonesia
  • Kesempatan dalam bidang ekonomi yang seimbang
  • Sikap saling menghargai, misal dalam perbedaan pendapat
  • Perkawinan campuran (amalgamasi)
  • Sikap terbuka dari golongan penguasa dalam masyarakat

Asimilasi juga memiliki faktor-faktor yang dapat menjadi penghalang, yaitu:

  1. Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi
  2. Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat
  3. Adanya perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan atau kelompok tertentu yang lebih tinggi daripada kebudayaan golongan atau kelompok lainnya.
  4. Adanya perbedaan kepentingan dan pertentangan pribadi
  5. Adanya gangguan golongan minoritas terhadap golongan yang berkuasa
  6. Adanya perbedaan ciri-ciri badaniah, seperti warna kulit
  7. Interaksi sosial yang mengarah pada bentuk pemisahan ( proses disosiatif)

Proses Disosiatif

Merupakan interaksi sosial yang menghasilkan sebuah perpecahan atau hal-hal negatif. Contohnya yaitu:

  1. Persaingan (competition)

Bentuk interaksi sosial antar individu atau kelompok dalam mengejar suatu nilai tertentu agar bisa terlihat lebih maju, lebih baik, dan lebih kuat.

Persaingan ini ditandai dengan adanya saling berlomba-lomba (bersaing) dengan cara yang negatif, seperti menggunakan ancaman atau kekerasan.

  1. Kontravensi (contravention)

Bentuk interaksi sosial yang berada di antara persaingan dan konflik ini disebut dengan kontravensi. Bentuk interaksi sosial ini mencakup urusan sederhana hingga bersifat kompleks dan umum, misal:

  • Kontraversi sederhana, misalnya memfitnah suatu pihak, memaki, mencerca dan menyangkal
  • Kontraversi intensif, misalnya penghasutan, penyebaran hoax (berita palsu), mengecewakan pihak lain
  • Kontraversi rahasia, contohnya adalah tindakan berkhianat, salah satunya dengan membeberkan rahasia atau kelemahan pihak lain
  • Kontraversi taktis, misalnya melakukan intimidasi, provokasi dan membingungkan pihak lawan
  1. Konflik atau pertentangan (conflict)

Konflik merupakan suatu proses interaksi sosial yang dilakukan oleh perorangan maupun kelompok yang memiliki tujuan untuk menantang pihak lawan dengan disertai ancaman atau bahkan kekerasan. Penyebab terjadinya konflik bermacam-macam, seperti:

  • perbedaan pendirian, kepentingan dan perasaan suatu pihak
  • prasangka buruk terhadap pihak lawan
  • ketakutan yang berlebihan akan sebuah kekalahan
  • persaingan yang tidak dapat terkontrol
  • pihak yang memulai konflik tidak dapat mengendalikan emosi

 

Ciri-Ciri Interaksi Sosial

Interaksi sosial bisa dikenali dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Pemerannya berjumlah lebih dari satu orang
  2. Antara pelaku terjadi komunikasi melalui kontak sosial
  3. Interaksi sosial tersebut memiliki tujuan dan maksud tertentu yang sudah jelas
  4. Interaksi terjadi berdasarkan pola suatu sistem sosial tertentu

 

Jenis-Jenis Interaksi Sosial

Interaksi sosial dapat dibagi menjadi 3 jenis yaitu:

  1. Interaksi antara individu dan individu
  2. Interaksi antara individu dan kelompok
  3. Interaksi sosial antara kelompok dan kelompok lainnya

 

Contoh Interaksi Sosial

Ada banyak sekali contoh interaksi sosial yang bisa terjadi, baik yang terjadi dalam suatu individu secara personal maupun dengan kelompok, seperti:

  1. Contoh interaksi sosial asosiatif di lingkungan sekitar
  • Toleransi antar umat beragama di Indonesia tanpa melihat status sosial
  • Ketua RT yang menjadi penengah atas kasus dua orang warga yang bersengketa.
  • Seluruh RT 05 bergotong royong membersihkan jalan setapak desa dalam rangka lomba kebersihan sekelurahan untuk menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia
  1. Contoh interaksi sosial disosiatif
  • Kehadiran seorang provokator dalam acara demo buruh yang membawa suasana demo menjadi semakin panas
  • Pendukung calon pemimpin daerah A menyebar berita buruk (hoax) dengan maksud agar kesan calon pemimpin tersebut menjadi buruk di masyarakat
  • Kakak dan adik sering kali berselisih karena memiliki selera yang berbeda dalam hal selera program televisi
  1. Contoh interaksi sosial individu dengan individu
  • Seorang ayah atau ibu mengajari anaknya belajar mengajarkan pekerjaan rumah (PR)
  • Seorang dokter yang tengah memeriksa pasiennya
  • Seorang siswa yang bertanya kepada gurunya
  1. Contoh interaksi sosial individu dengan kelompok
  • Presiden dengan rakyatnya
  • Guru dengan peserta didiknya
  • Khotbah jumat dengan jamaahnya
  1. Contoh interaksi sosial kelompok dengan kelompok
  • Kerja sama antara PMR dan Pramuka dalam pemberian bantuan korban bencana alam
  • Kerja sama antara TNI dan Polisi dalam memberantas preman
  • Osis dan Pramuka bekerja sama dalam menyukseskan kegiatan 1000 tanam pohon bakau

 

Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Ada dua syarat terjadinya proses interaksi sosial, yaitu:

  1. Kontak sosial

Kontak sosial merupakan sebuah tindakan dari satu pihak yang dapat menimbulkan kesadaran bagi pihak lainnya untuk saling berhubungan. Adapun hasil dari tindakan tersebut meliputi sebuah percakapan, berjabat tangan atau isyarat, seperti anggukan. Kontak sosial terjadi menjadi beberapa macam atau jenis, yaitu:

Berdasarkan bentuk hubungan

Kontak sosial dapat menimbulkan dua buah interaksi sosial, yaitu:

  • Positif

Kontak sosial ini akan berakhir pada interaksi sosial yang positif dan berkelanjutan, seperti terbentuknya kerja sama.

  • Negatif

Sebaliknya, kontak sosial negatif akan berakhir pada interaksi sosial yang negatif, seperti pertengkaran, perdebatan dan permusuhan.

Berdasarkan tingkat hubungan

Berdasarkan tingkat hubungan, kontak sosial terbagi menjadi dua, yaitu:

  • Kontak sosial primer

Ialah kontak sosial yang terjadi antara kedua belah pihak dengan cara bertatap muka secara langsung, misal penjual dan pembeli.

  • Kontak sosial sekunder

Yaitu kontak sosial yang terjadi tidak secara langsung atau yang terjadi melalui suatu perantara, contohnya pembicaraan melalui telepon ataupun media sosial.

Contoh lain misalnya seorang nenek yang menyampaikan pesan melalui sang cucu agar ia menyampaikan pesan tersebut kepada orang tuanya. Nah, sang anak di sini statusnya sebagai perantara dalam kontak sosial.

  1. Komunikasi

Komunikasi disebut juga dengan tindakan atau aktivitas penyampaian informasi kepada pihak atau orang lain. Komunikasi akan berjalan lancar tanpa miss communication jika disampaikan dengan cara yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.

Umumnya cara penyampaian komunikasi adalah melalui berbicara (verbal), isyarat, ekspresi wajah, dan menunjukkan sikap tertentu. Komunikasi terjadi jika terdapat lima komponen pokok, yaitu:

  • Pengirim (sender)

Yaitu pihak yang mengirimkan informasi atau pesan

  • Penerima (receiver)

Yaitu pihak yang menerima informasi atau pesan

  • Pesan (message)

Yaitu isi atau informasi yang akan disampaikan.

  • Saluran (channel)

Yaitu media yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau pesan.

  • Umpan balik (feedback)

Yaitu tanggapan dari si penerima informasi atau pesan yang dikirimkan oleh si pengirim.

 

Faktor Pendorong Interaksi Sosial

Ada beberapa faktor pendorong yang mempengaruhi terjadinya interaksi sosial, yaitu:

  1. Sugesti

Sugesti merupakan sebuah pemberian pengaruh ataupun rangsangan terhadap tumbuhnya pandangan seseorang kepada orang lain dengan cara tertentu yang menjadikan orang lain tersebut memiliki pandangan yang sama dengan pihak yang men-sugestinya.

Contohnya adalah calon pemimpin A lebih baik daripada calon pemimpin B yang dilakukan dengan cara menunjukkan kelebihan-kelebihan dari calon pemimpin A dan sebaliknya menunjukkan kekurangan-kekurangan calon pemimpin B.

  1. Motivasi

Motivasi adalah suatu proses yang isinya menjelaskan tentang intensitas, arah dan ketekunan seseorang untuk mencapai tujuan dalam kehidupannya.

Apabila seseorang tersebut secara terus menerus, tekun berusaha dengan pasti agar mencapai tujuan hidupnya, maka seseorang tersebut memiliki motivasi yang tinggi.

  1. Simpati

Simpati merupakan sebuah proses tentang kejiwaan seseorang, tepatnya yaitu seseorang yang merasa tertarik atau terhubung dengan orang lainnya. Simpati dapat timbul karena adanya pengaruh dari wibawa, perbuatan, sikap atau penampilan seseorang.

  1. Empati

Empati merupakan sebuah rasa ketertarikan seseorang terhadap orang lain yang didasari karena emosional. Misalnya adalah Anda mengagumi teman Anda.

Saat orang tua dari teman Anda tersebut meninggal, maka Anda akan merasakan kehilangan dan kesedihan seperti apa yang dirasakan oleh teman Anda tersebut.

  1. Identifikasi

Dalam ilmu sosial, identifikasi merupakan suatu kecenderungan atau keinginan yang timbul dalam diri seseorang untuk menyejajarkan dirinya dengan orang atau pihak lain yang biasanya mempunyai kedudukan lebih tinggi.

Proses ini terjadi bisa karena disadari oleh pelaku ataupun tidak.

  1. Imitasi

Imitasi merupakan suatu tindakan menciplak atau meniru, baik dalam hal sikap, tingkah laku maupun penampilan fisik dari suatu pihak tertentu. Imitasi biasanya terjadi secara tidak sadar. Contohnya adalah seorang anak yang meniru kebiasaan orang tuanya.

  1. Lainnya

Selain keenam faktor tersebut, interaksi sosial dapat terjadi lantaran banyak hal.

Contohnya adalah adanya tingkat kesadaran yang tinggi di dalam masyarakat untuk mempertahankan kesatuan yang dapat menciptakan sebuah sistem komunikasi. Sistem komunikasi inilah yang akan menciptakan interaksi sosial.

 

Demikianlah ulasan mengenai pengertian interaksi sosial secara keseluruhan dan gamblang, baik contoh dan faktor yang mendorong terjadinya proses interaksi sosial.

Dengan mengetahui informasi dan ilmu ini diharapkan kita semua dapat berlaku, bertindak dan memperlakukan orang lain atau kelompok dengan lebih baik, sehingga mendatangkan hal-hal yang positif ke depannya.

Sumber:

loading...

Leave a Reply