Hasil Belajar – Pengertian, Evaluasi, Penilaian, Faktor

Hasil belajar merupakan salah satu faktor yang paling penting dalam proses belajar dan mengajar. Yang paling umum, hasil belajar siswa akan dibuat dan diberikan kepada wali murid dalam bentuk laporan yang dibuat oleh guru.

Hasil belajar tersebut mencakup banyak hal, termasuk salah satunya adalah mengenai aktivitas pembelajaran yang selama ini berlangsung di kelas.

Pengertian Hasil Belajar

Menurut Sudjana (2005), hasil belajar merupakan salah satu unsur dari proses kegiatan belajar mengajar. Selain hasil belajar tersebut, unsur lainnya yang berkaitan dengan kegiatan belajar dan mengajar adalah tujuan pengajaran (instruksional) dan pengalaman yang menekankan pada proses belajar mengajar. Ketiga unsur tersebut berhubungan sangat erat dan tidak dipisahkan.

Hasil belajar dapat juga didefinisikan sebagai sebuah bentuk penilaian pendidikan yang diperoleh dari hasil proses pengumpulan serta pengolahan informasi data yang dilakukan oleh guru dengan tujuan untuk dapat menentukan seberapa besar pencapaian dan penilaian yang selama ini telah diraih oleh siswa.

 

Tujuan Evaluasi Hasil Belajar

Tujuan hasil belajar dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu:

  1. Tujuan umum

Tujuan umum dari hasil belajar adalah:

  • Untuk dapat menilai hasil dari pencapaian kompetensi siswa
  • Untuk dapat memperbaiki proses pembelajaran
  • Sebagai bahan yang akan digunakan untuk menyusun laporan kemajuan belajar siswa
  1. Tujuan khusus

Sementara tujuan khusus adanya hasil belajar adalah:

  • Untuk mengira-ngira (mendiagnosis) apa dan bagaimana kesulitan belajar yang dialami oleh para siswa
  • Untuk dapat memberikan umpan balik atau perbaikan dari proses belajar dan mengajar
  • Sebagai penentu kenaikan kelas

 

Teknik Penilaian Hasil Belajar

Ada beberapa macam teknik yang digunakan sebagai bahan penilaian hasil belajar siswa, yaitu:

  1. Teknik non-tes

Teknik non-tes mencakup:

  • Daftar cocok (check list)

Yaitu deretan pertanyaan yang biasanya singkat yang diisi oleh responden. Cara mengisinya adalah dengan membubuhkan tanda cocok (v).

  • Kuesioner (questioner)

Yaitu sebuah daftar yang berisi tentang beberapa pertanyaan yang diisi oleh responden. Nantinya hasil dari jawaban pertanyaan tersebut akan digunakan sebagai tolak ukur untuk mengetahui tentang keadaan atau data diri, sikap, pendapat, pengalaman, pengetahuan, dan lain sebagainya.

  • Wawancara (interview)

Yaitu metode atau teknik penilaian hasil belajar yang diperoleh dari jawaban responden dengan cara Tanya jawab secara sepihak atau satu arah.

  • Pengamatan (observation)

Yaitu teknik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti yang kemudian dari hasil pengamatan tersebut dituangkan melalui sebuah catatan yang dibuat secara sistematis.

  • Riwayat hidup

Yaitu berupa gambaran mengenai keadaan seseorang selama dalam masa kehidupannya. Caranya yaitu pengajar atau subjek evaluasi melihat daftar riwayat hidup, kemudian menarik kesimpulan berdasarkan daftar riwayat hidup tersebut.

  • Skala bertingkat (rating scale)

Yaitu skala yang menunjukkan suatu nilai berbentuk angka hasil dari pertimbangan. Sistem pembuatannya adalah dengan meletakkan angka dengan jarak yang sama dengan disusun secara bertingkat, mulai dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi.

  1. Teknik tes

Yang dimaksud dengan tes yaitu suatu alat yang digunakan untuk mengumpulkan informasi. Fungsi tes yaitu untuk mengukur kemampuan siswa dan untuk mengukur sampai dimana keberhasilan program pengajaran yang selama ini diterapkan.

Menurut pendapat Suharsimi Arikunto, dari segi kegunaan untuk mengatur kemampuan siswa, tes digolongkan menjadi tiga macam, yaitu:

  • Tes diagnostic

Yaitu tes yang digunakan untuk mengetahui kelemahan siswa. Tujuan dari tes ini adalah agar pendidik dapat melakukan pemberian perlakuan yang tepat.

  • Tes sumatif

Yaitu tes yang diadakan setelah berakhirnya pemberian sekelompok program yang biasanya lebih besar dari biasanya. Tes semacam ini dilakukan setelah siswa mengikuti suatu program tertentu.

Contoh tes formatif dalam proses kegiatan belajar dan mengajar di sekolah adalah ulangan umum.

  • Tes formatif

Yaitu tes yang diselenggarakan untuk mengetahui kemampuan siswa sejauh mana mereka telah terbentuk. Tes ini biasanya dilakukan setelah siswa mengikuti program tertentu.

Kedudukan tes formatif ini sama dengan tes diagnostic yang dilaksanakan pada akhir pelajaran. Tes ini disebut juga dengan tes ulangan harian.

 

Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Banyak sekali faktor yang mempengaruhi hasil belajar. Dari banyaknya jumlah tersebut, faktor yang mempengaruhi hasil belajar digolongkan menjadi dua jenis, yaitu

  1. Faktor internal

Yaitu faktor yang mempengaruhi hasil belajar berdasarkan dari dalam diri individu siswa tersebut. Faktor ini masih terbagi lagi menjadi tiga faktor, yaitu:

Faktor jasmaniah atau kesehatan

Yaitu faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar karena masalah kesehatan jasmaniah. Oleh sebab itu, jika seorang siswa ingin dapat belajar dengan baik, maka harus mengusahakan agar kesehatan jasmaniahnya terjaga. Caranya yaitu dengan bisa membagi waktu antara belajar, istirahat, makan, olahraga, ibadah, rekreasi dan bekerja.

Faktor psikologis

Ada tujuh macam faktor psikologis yang bisa mempengaruhi hasil belajar siswa, yaitu:

  • Intelegensi
  • Perhatian
  • Minat
  • Bakat
  • Motif
  • Kematangan
  • kesiapan

Faktor kelelahan

Faktor kelelahan yang dapat mempengaruhi hasil belajar ada dua, yaitu:

  • Kelelahan jasmani

Ciri-cirinya adalah secara fisik terlihat lunglai dan imbulnya keinginan untuk membaringkan tubuh. faktor kelelahan ini biasanya terjadi karena substansi pembakaran di dalam tubuh mengalami kekacauan. Hal tersebut mengakibatkan kurang lancarnya aliran darah ke bagian-bagian tertentu.

  • Kelelahan rohani (psikis)

Ciri-cirinya bisa dilihat dari kelesuan dan kebosanan serta minat dan dorongan untuk belajar hilang. Kelelahan psikis bisa dirasakan pada bagian kepala, yaitu terasa pusing, sehingga sulit konsentrasi dan seperti kehabisan daya untuk bekerja (berfikir)

  1. Faktor eksternal

Faktor eksternal yang mempengaruhi hasil belajar ada dua, yaitu:

Faktor lingkungan sosial

  • Faktor lingkungan sosial sekolah

Faktor lingkungan sosial mencakup tiga hal, yaitu keadaan kelas, guru, administrasi dan teman-teman sekelas. Jika hubungan ketiganya harmonis, maka dapat menjadi motivasi siswa untuk belajar dengan lebih baik di sekolah.

  • Faktor lingkungan sosial masyarakat

Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa akan mempengaruhi niat dan semangat belajar. Misalnya, lingkungan siswa yang kumuh, banyak pengangguran dan anak terlantar bisa mempengaruhi aktivitas belajar siswa.

  • Faktor lingkungan sosial keluarga

Keluarga merupakan lingkungan paling penting dan menjadi gerbang pertama siswa dalam mendapatkan semangat dan niat belajar. Faktor lingkungan sosial dalam keluarga mencakup banyak hal, dari mulai demografi keluarga atau letak rumah, sifat-sifat orang tua sampai pengelolaan keluarga. Jika hubungan antar semuanya berjalan lancar dan harmonis, maka siswa dapat melakukan aktivitas belajar dengan baik.

Faktor lingkungan non sosial

  • Lingkungan alamiah

Lingkungan alamiah ini mencakup seperti kondisi udara yang segar, sinar matahari yang tidak terlalu silau atau kuat, suasana yang sejuk dan tenang, dan lain sebagainya.

  • Lingkungan instrumental

Ada dua macam lingkungan instrumental yang mempengaruhi hasil belajar, yaitu hardware (mencakup gedung sekolah, alat-alat belajar, fasilitas belajar dan lainnya) dan software (mencakup kurikulum sekolah, peraturan-peraturan sekolah, buku panduan, silabus, dan lainnya)

  • Faktor materi pelajaran yang diajarkan ke siswa

Materi dan juga metode yang digunakan oleh guru harus sesuai dengan kondisi dan usia perkembangan siswa.

Selain metode yang digunakan, guru juga harus memberikan kontribusi yang positif terhadap aktivitas belajar siswa, yaitu dengan cara menguasai materi pelajaran.

 

Hasil belajar sangat penting untuk dibuatkan laporan serta disampaikan, baik kepada siswa dan wali murid. Salah satu tujuannya adalah agar ke depannya siswa dapat memperbaiki kekurangan-kekurangan pencapaian kegiatan belajarnya di sekolah, baik dengan kemandirian maupun dengan bimbingan orang tua.

Apabila hasil belajar siswa tersebut baik, maka bisa digunakan sebagai jalan untuk meraih kedudukan yang lebih tinggi dalam ilmu pendidikan, seperti naik kelas, masuk ke sekolah tingkat selanjutnya atau diterima kerja.

Sumber:

loading...

Leave a Reply