IPA

Pengertian Gempa Bumi – Penyebab, Proses Terjadinya, Dampak, Jenis

Indonesia termasuk negara yang paling sering dilanda gempa bumi. Bahkan beberapa kasus munculnya gempa bumi di Indonesia dibarengi dengan beberapa bencana lainnya, seperti gunung meletus dan tsunami.

Kejadian alam ini bisa muncul kapan saja. Meskipun demikian, sejatinya kemunculan gempa bumi dapat diprediksi sekaligus dihindari. Salah satu cara menghindarinya adalah dengan mengetahui penyebab gempa bumi.

Pengertian Gempa Bumi Menurut Para Ahli

Yang dimaksud dengan gempa bumi yaitu suatu getaran ataupun guncangan yang berlangsung dikarenakan karena adanya pergerakan lapisan batu bumi yang terletak di bawah dasar permukaan bumi.

Gempa bumi merupakan peristiwa alam yang sering kali terjadi di daerah-daerah yang dekat dengan gunung berapi maupun daerah yang dekat dengan lautan atau samudera. Beberapa ahli mengemukakan beberapa pengertian mengenai gempa bumi sebagai berikut;

1. Gempa bumi menurut Bayong

Menurut Bayong (2006:12), yang dimaksud dengan pengertian gempa bumi yaitu suatu gerakan atau getaran yang terjadi pada kulit bumi yang dihasilkan dari tenaga endogen. Pengertian tenaga endogen sendiri yaitu tenaga atau kekuatan perut bumi yang terjadi karena adanya perubahan pada kulit bumi. Sifat tenaga endogen ini dapat membentuk bumi menjadi tidak rata.

Contoh kasus, suatu daerah dulunya merupakan daerah yang berstruktur tanah berupa dataran yang datar, namun karena akibat dari tenaga endogen ini, maka daerah tersebut bisa saja berubah menjadi dataran yang tidak lagi datar. Bisa berubah menjadi bukit, perbukitan, gunung, atau pegunungan, bahkan jurang. Tenaga endogen terbagi menjadi tiga jenis, yaitu;

  • Tenaga endogen vulkanisme (vulkan dan plutonisme)
  • Tenaga endogen seisme atau gempa
  • Tenaga endogen tektonisme

2. Gempa bumi menurut Howel

Menurut Howel dan Mulyo (2004), mereka mendefinisikan pengertian gempa bumi sebagai suatu getaran ataupun serentetan getaran yang terjadi dari kulit bumi yang memiliki sifat sementara (tidak abadi) yang kemudian getaran tersebut menyebar ke segala arah.

Menurut Howel dan Mulyo, suatu kejadian alam disebut dengan gempa bumi apabila getaran tersebut memiliki waktu awal dan waktu akhir yang jelas. Apabila getaran yang terjadi tersebut memiliki sifat getaran yang terus menerus atau kontinyu, maka getaran tersebut belumlah layak disebut dengan gempa bumi.

 

Penyebab Gempa Bumi

Ada beragam jenis penyebab gempa bumi, baik yang benar-benar karena alam maupun karena ulah manusia, yaitu;

  1. Ledakan bawah tanah. Biasanya menggunakan senjata nuklir
  2. Meteor yang jatuh menembus dasar bumi
  3. Aktivitas gunung berapi

 

Jenis-Jenis Gempa Bumi Berdasarkan Penyebab Terjadinya

Berdasarkan penyebab, gempa bumi dibedakan menjadi 5 jenis, yaitu;

1. Gempa bumi tektonik

Gempa bumi tektonik terjadi karena adanya aktivitas tektonik atau aktivitas yang mengakibatkan lempeng bumi mengalami pergeseran secara tiba-tiba.

2. Gempa bumi vulkanik

Gempa bumi vulkanik terjadi karena adanya aktivitas magma sebagai bagian dari proses rangkaian meletusnya gunung berapi.

3. Gempa bumi tumbukan

Gempa bumi tumbukan terjadi karena adanya tumbukan atau tabrakan meteor atau asteroid yang kemudian jatuh menembus bumi.

4. Gempa bumi runtuhan

Gempa bumi runtuhan terjadi karena adanya runtuhan pada daerah pertambangan atau batuan kapur.

5. Gempa bumi buatan

Gempa bumi buatan terjadi adanya campur tangan manusia, seperti peledakan nuklir, dinamit, maupun benda berat seperti palu yang dipukulkan dengan keras ke permukaan bumi.

 

Proses Terjadinya Gempa Bumi

Proses terjadinya gempa bumi menurut para ahli, yaitu;

1. Lubang-lubang interior bumi mengalami keretakan dan keruntuhan

Contoh proses terjadinya gempa bumi ini adalah pada kasus gua, tambang batuan atau mineral yang terletak di perut bumi. Gua, tambang batuan atau mineral tersebut menyebabkan getaran di atas permukaan.

Meskipun menyebabkan getaran, namun getaran tersebut bisa dikatakan berskala kecil dan dampaknya hanya pada area sekitar atau lokal saja.

2. Kegiatan tektonik

Kasus gempa bumi skala besar yang terjadi di seluruh belahan dunia terjadi karena adanya proses dari kegiatan tektonik.

Kegiatan tektonik ini berlangsung di dalam gunung yang menyebabkan terjadinya patahan, tarikan atau tekanan dari pergerakan lempeng bebatuan penyusun kerak bumi.

3. Letusan atau ledakan gunung berapi

Letusan atau ledakan gunung berapi dapat menimbulkan gempa. Proses gempa bumi ini disebut juga dengan gempa bumi gunung api vulkanik.

Adapun penyebab dari proses terjadinya gempa bumi ini adalah karena adanya sentuhan antara magma dengan dinding gunung api. Selain itu, tekanan gas juga meletus dengan dahsyat, sehingga terjadi pula suatu perpindahan magma secara mendadak dari dapur magma tersebut.

4. Tabrakan (impact)

Tabrakan yang terjadi antara benda langit satu dengan yang lainnya dapat berujung pada terjadinya proses gempa bumi. Benda langit (meteor) tersebut menyebabkan getaran ringan dan tidak bisa terekam oleh alat pencatat getaran gempa.

Meskipun tergolong sebagai salah satu proses yang dapat menimbulkan getaran atau gempa bumi ringan, tabrakan ini jarang terjadi.

 

Dampak Gempa Bumi

Gempa bumi bisa terjadi dalam skala kecil, sedang maupun besar.

Tiap-tiap skala tetap saja dapat memberikan dampak yang buruk bagi makhluk hidup, khususnya manusia yang berpijak di atas bumi atau daerah yang sedang dilanda gempa bumi. Berikut dampak gempa bumi yang bisa saja terjadi, sesuai dengan tingkat skalanya;

1. Dampak gempa bumi skala kecil

Siapa pun yang mengalami peristiwa alam berupa gempa alam pasti mengalami ketakutan.

Sekalipun gempa bumi yang terjadi termasuk skala kecil dan tidak menimbulkan kerusakan juga korban jiwa, namun tidak sedikit orang yang merasa takut dan trauma, terlebih jika gempa bumi skala kecil tersebut terjadi berkali-kali dalam jangka waktu yang saling berdekatan.

2. Dampak gempa bumi skala sedang

Gempa bumi bisa terjadi kapan saja dan berlangsung sangat cepat.

Selain trauma, dampak gempa bumi skala sedang bisa merusakkan bangunan dan membuat orang mengalami luka-luka, baik karena terjatuh maupun terbentur benda atau terkena runtuhan serpihan bangunan.

3. Dampak gempa bumi skala besar

Gempa bumi skala besar jelas membawa dampak yang sangat besar pula bagi makhluk hidup, khususnya manusia. Manusia bisa saja kehilangan harta benda, tempat tinggal, bahkan nyawa dalam sekejap.

Gempa bumi skala besar dapat berdampak dahsyat dan tidak hanya pada keadaan fisik semata, tapi juga sosial, seperti dalam daftar rincian sebagai berikut:

  • Dampak fisik
  • Bangunan roboh, bahkan hancur
  • Akibat guncangan hebat dari proses gempa bumi, tanah menjadi longsor, permukaan tanah menjadi merekat atau retak-retak
  • Jalan menjadi terputus
  • Jembatan ambrol
  • Kebakaran
  • Tanggul menjadi rusak, sehingga dapat memicu terjadinya banjir
  • Terjadinya tsunami yang dipicu oleh gempa dasar laut
  • Banyak korban jiwa yang berjatuhan
  • Dampak sosial
  • Kemiskinan, karena bangunan (tempat tinggal dan tempat kerja atau usaha) roboh dan hancur, sehingga tidak bisa menghasilkan uang dan berdampak pada kekurangan pangan dan materi.
  • Hilangnya materi dan bangunan dapat berdampak pada kelaparan
  • Mendatangkan beragam penyakit
  • Menimbulkan tsunami yang dapat melumpuhkan seluruh proses kehidupan, seperti sistem ekonomi, politik dan lain sebagainya

 

Gempa bumi, baik yang berskala ukuran kecil, sedang, maupun besar, sama-sama menakutkan. Dampak paling real adalah trauma dan rasa takut yang dapat berlangsung lama.

Oleh sebab itu, sangat penting kiranya setiap orang mengetahui apa itu gempa bumi, bagaimana proses terjadinya dan juga penyebab-penyebabnya.

Apalagi Indonesia adalah negara kepulauan yang terletak di antara lempeng-lempeng dunia yang bisa mengalami pergeseran kapan saja. Ketiga lempeng tersebut adalah lempeng Australia, Eurasia dan Pasifik.

Sumber:

loading...

Leave a Reply