Cara Menghitung Persen & Rumusnya – Diskon, Bunga, Keuntungan

Sebagai bagian dari Matematika, persen menjadi salah satu bentuk angka yang sering muncul dan digunakan dalam penghitungan Matematika. Tidak hanya dalam urusan hitung menghitung angka, namun juga persentase berguna untuk penghitungan di bidang lain. Sebagai contoh adalah untuk penghitungan dalam bidang ilmu ekonomi, geografi bahkan untuk penghitungan bidang kimia.

Untuk mengetahui cara menghitung persen dalam berbagai kasus, Anda harus mempelajari dasar-dasar persen serta kasus yang akan menggunakan persen.

Pengertian Persen

Persen adalah seper seratus yang merupakan bagian dari bilangan Matematika. Akan tetapi, meskipun bagian dari Angka namun bukan bagian dari unsur ratusan. Persentase digunakan sebagai bentuk untuk menyatakan perbandingan atau rasio terhadap pecahan seratus.

Persen mempunyai simbol, yaitu %. Penggunaan persen akan lebih mempermudah dalam membantu menyederhanakan angka menjadi skala seratus.

Sejarah persen bermula sejak zaman Romawi Kuno. Menurut catatan sejarah, penghitungan angka kelipatan 1/100 telah ada jauh sebelum desimal muncul. Ada sistem Romawi Kuno yang mengenakan pajak lelang dengan perhitungan 1/100.

 

Rumus Menghitung Persen

Menghitung persen sangat mudah, Anda hanya perlu melihat dari pertanyaan pada soal atau kasus yang sedang dihadapi. Bentuk soal yang biasa Anda temukan pun akan mempengaruhi perumusan persen.

Namun, rumus paling sederhana adalah seperti berikut ini:

Bagian= (persentase/100%) x keseluruhan nilai yang ada.

Kebalikannya, jika Anda ingin menghitung persentase, Anda hanya perlu menghitungnya sebagai berikut:

Persentase = (bagian tertentu/bagian keseluruhan) x100%

Namun perlu Anda ketahui bahwa konteks persentase sangatlah luas, sehingga perlu benar-benar memperhatikan konteks kasusnya.

Sebagai contoh adalah pengurangan atau pengubahan dari bentuk decimal, maka ada cara tersendiri untuk menghitungnya. Beruntungnya, dua hal tersebut adalah dua hal paling mendasar pada persentase.

Perlu diingat bahwa persen berarti per seratus. Sebagai contoh, 20% berarti 20/100.

Ada banyak kasus dimana persen masuk menjadi bagian utamanya. Contohnya adalah dalam hal potongan harga, bunga dan keuntungan. Berikut ini akan dibahas mengenai masing-masing kasus persentase secara lengkap.

 

Cara Menghitung Persen Diskon

Diskon merupakan hal yang paling sering menggunakan persen. Persen yang ditawarkan pun beragam, mulai dari 10% hingga 70%. Berikut ini contoh soal dan cara menghitung persen diskon. Contoh soal akan dibuat beragam agar Anda memahami lebih jauh penghitungan persen diskon.

  1. Alan membeli baju dengan harga Rp 400,000. Dalam label baju dikatakan bahwa ia mendapatkan diskon atau potongan harga sebesar 40%. Berapa total biaya yang harus dibayar oleh Alan?

Jawab:

Harga awal= Rp 400,000

Harga diskon= harga mula-mula x persentase diskon

Harga diskon= Rp 400,000 x 40%

Harga diskon= Rp 400,000 x 40/100

Harga diskon= Rp 160,000

Karena yang ditanyakan harga akhir, maka perhitungannya menjadi seperti ini

Harga akhir yang dibayarkan = Harga asli – harga diskon

Harga akhir yang dibayarkan = Rp 400,000 – Rp 160,000

Harga akhir yang dibayarkan = Rp 240,000.

Jadi, harga baju yang harus dibayarkan oleh Alan adalah Rp 240,000.

  1. Diketahui sebuah sepatu dibanderol dengan harga Rp 800,000. Justin memutuskan untuk membelinya, namun ia hanya dikenakan biaya Rp 600,000 saja. Berapa persen diskon yang diberikan oleh toko tersebut?

Jawab:

Harga asli = Rp 800,000

Harga akhir = Rp 600,000

Harga akhir yang dibayarkan = Harga asli – harga diskon

Rp 600,000 = Rp 800, 000 – harga diskon

Harga diskon = Rp 800,000 – Rp 600,000

Jadi, harga diskon adalah sebesar Rp 200,000

Lalu dihitung persentasenya dengan rumus yang telah ada di atas.

Diskon= Bagian/keseluruhan x 100%

Diskon= Rp 200,000/Rp 800,000 x 100%

Diskon = 25 %

Jadi, diskon yang diberikan oleh toko tersebut adalah 25%.

  1. Sebuah tas dibanderol dengan harga Rp 600,000. Pihak toko memberikan diskon sebesar 30%. Tentukan harga asli tas tersebut!

Jawab:

Cara yang akan digunakan berbeda dengan cara di atas.

Perhitungan: 100%-diskon= 100%-30% = 70%,

Harga akhir = Rp 600,000 x 70% = Rp 420,000

Harga asli tas ketika diskon berlaku adalah Rp 420,000.

Anda bisa menggunakan cara mana pun yang Anda anggap lebih mudah.

 

Cara Menghitung Persen Bunga

Sebelum memulai pembahasan soal persentase bunga dan acara menghitung persen, Anda disarankan terlebih dahulu untuk memahami mengenai bunga.

Bunga dalam arti umum adalah keuntungan atau sejumlah uang yang dibebankan kepada pihak pembeli atau peminjam baik uang maupun produk. Bunga adalah nilai tambahan di luar biaya awal.

Bunga biasanya ditemukan ketika anda menabung di bank, dalam urusan kredit motor atau benda lain serta dalam pinjaman kepada bank.

  1. Sasha menabung di bank sebesar Rp 1,200,000. Besarnya bunga yang diberikan setiap bulannya adalah 1,25%. Berapa banyak tabungan Sasha selama dua bulan mendatang?

Jawab:

Diketahui tabungan awal adalah Rp 1,200,000

Dua bulan bunga adalah 1,25% x 2 = 2,5%

Nominal bunga=tabungan x bunga

Nominal bunga= Rp 1,200,000x 2.5% = Rp 30,000

Tabungan setelah dua bulan= tabungan awal ditambah dengan nominal bunga

Rp 1,200,000 + Rp 30,000 = Rp 1,230,000.

Jadi, setelah dua bulan maka tabungan Sasha akan bertambah menjadi Rp 1,230,000.

  1. Pak Budi meminjam uang kepada Bank sebesar Rp 1,000,000. Pihak Bank menerapkan bunga sebesar 15% setiap tahunnya. Hitung jumlah biaya yang dibayar Pak Budi setelah setahun.

Jawab:

  • Diketahui modal = Rp 1,000,000.
  • Bunga 15%
  • Waktu = 1 tahun.

Untuk mengukurnya, maka Anda bisa menggunakan rumus b%xM x t.M adalah modal dan t adalah tahun.

Maka, diperoleh Rp 150,000 untuk bunganya. Namun, cara ini belum selesai.

Total pembayaran= modal +bunga

Itu berarti Rp 1,000,000+150,000 = 1,150,000.

  1. Pak Rudi berencana membeli sepeda motor seharga Rp 14,000,000 dengan DP Rp 2,000,000.Cicilanya adalah selama setahun dengan total membayar keseluruhannya ada 15, 600,000. Berapakah bunganya?

Jawab:

Harga cicilan: 14,000,000- 2,000.000 = 12,000,000

Bunga = 15, 600,000 – 12,000,000

Bunga  = 3,600,000

Karena bunga masih dalam bentuk uang, maka Anda perlu membuatnya dalam bentuk persentase

Bunga = 3,600,000/12,000,000 x 100%

Bunga = 30%.

Bunga setiap bulan = 30%/12 =2,5%

  1. Ibu menabung di bank sebesar Rp 2,000,000. Suku bunganya adalah 15% setiap tahun. Ibu mengambil uang dan jumlahnya Rp 2,600,000. Berapa lama Ibu menabung?

Jawab:

  • Diketahui tabungan awal adalah  Rp 2,000,000.
  • Tabungan akhir adalah Rp 2,600,000
  • Bunga  Rp 600,000
  • Bunga 15% per tahun.

Untuk menghitung jawabannya, Anda bisa memulai dengan menghitung bunga perbulan.

15%/1 tahun  = 15%/12

Bunga setiap bulan adalah 1,25%.

Bunga dalam nominal rupiah dihitung sebagai berikut

1,25% x Rp 2000,000 = Rp 25,000.

Jika setiap bulan bunganya adalah Rp 25,000, maka untuk menentukan lama waktunya adalah

Rp 600,000/ Rp 25,000=24.

Jadi, ibu menabung di bank selama 24 bulan atau 2 tahun.

 

Cara Menghitung Persen Keuntungan

Selain digunakan pada penghitungan diskon dan bunga pada harga dan bisnis keuangan, ternyata persentase juga sering digunakan pada keuntungan jual beli.

Persentase keuntungan akan menunjukkan kepada penjual secara sederhana mengenai keuntungan yang didapat oleh mereka. Bahkan, pebisnis pun tidak akan meninggalkan persen yang mampu mendefinisikan keuntungan perusahaan.

Rumus keuntungan sangat sederhana, yaitu:

Untung = (hasil — modal) / modal x 100%

Atau lebih sederhananya adalah

Untung = keuntungan / modal x 100%

Berikut ini adalah contoh soal yang akan membantu Anda memahami cara menghitung persen keuntungan.

  1. Rama membeli smart phone dengan harga Rp 800,000. Ia kemudian menjualnya dengan harga Rp 1,000,000. Berapa persen keuntungan yang ia dapatkan?

Jawab:

  • Diketahui modal: Rp 800,000
  • Harga jual: Rp 1,000,000

Keuntungan = Penjualan – modal

Keuntungan= Rp 1,000,000 – Rp 800,000

Keuntungannya adalah Rp 200,000

Menghitung persentase keuntungan: keuntungan/modal x 100%

RP 200,000/ Rp 800,000 x 100% = 25%.

Jadi, keuntungan dalam penjualan Smart phone tersebut adalah 25%.

  1. Ibu membeli beras seharga Rp 300,000. Beras kemudian dijual dan ibu mendapatkan keuntungan 60,000. Berapa persen keuntungan ibu?

Jawab

  • Modal = Rp 300,000
  • Keuntungan = Rp 60,000

Persentase keuntungan akan dihitung dengan cara yang mudah, yaitu menggunakan keuntungan/modal x 100%,

Jadi penghitungannya adalah Rp 60,000/ Rp 300,000 x 100%. Hasilnya adalah 20%

Dengan penghitungan ini, Ibu diketahui mendapatkan untung sebesar 20%.

  1. Sebuah perusahaan pada tahun ini mengeluarkan anggaran untuk melakukan inovasi produksi sebesar Rp 300,000,000. Karena inovatif, perusahaan mendapatkan keuntungan lebih dari 30%. Berapa keuntungan minimal yang didapatkan oleh perusahaan?

Jawab:

Cara menghitungnya sangat mudah, yaitu dengan menggunakan rumus

Modal x keuntungan (persen)

Maka penghitungannya adalah Rp 300,000,000 x 30% = Rp 90,000,000

Jadi, perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan setidaknya senilai Rp 90,000,000.

 

Cara Menghitung Persen Kerugian

Selain untuk mendeskripsikan keuntungan, persen juga bisa digunakan untuk menunjukkan kerugian.

Untuk menghitung kerugian, Anda bisa memakai rumus berikut ini

Kerugian= Modal- penjualan

Untuk penghitungan dalam bentuk persentase adalah

kerugian / modal x 100%

  1. Sebuah perusahaan fashion mengeluarkan dana sebesar Rp 100,000,000 untuk melakukan pembaruan pada produknya. Sayangnya, perusahaan ini hanya mengantongi Rp 70,000,000 saja. Berapa persen kah kerugian perusahaan fashion tersebut?

Jawab:

Perhitungan dimulai dari menghitung kerugian terlebih dahulu. Menggunakan rumus di atas, Anda bisa menghitungnya dengan cepat.

Kerugian = modal- penjualan

Kerugian= Rp 100,000,000 – Rp 70,000,000

Kerugian= Rp 30,000,000

Untuk menghitung persentasenya, maka gunakan rumus selanjutnya.

Persentase kerugian= kerugian / modal x 100%

Persentase kerugian= Rp 30,0000,000 / Rp 100,000,000 x 100%

Persentase kerugian= 30%

Dari perhitungan di atas, dapat diperoleh bahwa kerugian perusahaan mencapai 30%.

  1. Rafael membeli kamera digital seharga Rp 2,500,000. Kemudian ia menjualnya dan mendapatkan kerugian sebesar 20%. Berapakah harga jualnya?

Jawab

Untuk menjawabnya, hanya perlu membalik rumus di atas.

Kerugian= 20% x Rp 2,500,000

Kerugian = 500,000

Harga jual= modal – kerugian

Harga jual = RP 2,500,000 – 500,000

Harga jual= Rp 2,000,000

Dengan demikian, ia mengalami kerugian dengan harga jual Rp 2,000,000.

 

Contoh Soal Menghitung Persen Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Persen juga digunakan untuk menghitung kasus lain. Contohnya adalah untuk menghitung penduduk, masalah-masalah perbandingan sederhana dan juga kasus lainnya.

Rumusnya pun beraneka ragam bergantung pada konteks kalimat. Anda bisa memahaminya dengan menyimak beberapa soal yang berada di bawah ini.

  1. Sebuah tabung mampu menampung air secara penuh sebanyak 10 liter. Ayah menuangkan air sebabnya 4 liter. Berapa persenkah tabung tersebut memerlukan air untuk penuh?

Jawab:

Untuk menjawab pertanyaan semacam ini, Anda hanya perlu membaginya dengan angka terbesar yang diketahui.

Maka untuk menjawabnya adalah

4 liter/10 liter x 100% = 40%

Jadi tabung perlu 40% air agar menjadi penuh.

  1. Sebuah pabrik memproduksi makanan sebanyak 800 bungkus. 40% dari produk tersebut sudah melalui uji laboratorium. Berapa banyak produk yang belum dilakukan uji laboratorium?

Jawab:

Ada dua cara untuk memecahkan masalah ini.

  • Jumlah semua produk = 800
  • Produk yang sudah teruji: 40%

Cara pertama:

Yang telah dilakukan uji laboratorium 800×40%= 320

Maka  yang belum dilakukan uji laboratorium adalah 800-320= 480 produk

Cara kedua:

100%-40%=60%

60% x 800 = 480

Hasilnya sama, bukan?

Dengan perhitungan di atas, maka dapat diketahui bahwa produk yang belum dilakukan uji laboratorium adalah sebanyak 480.

  1. Penduduk sebuah kota berjumlah 18,000 kepala keluarga. Sekitar 50% dari jumlah tersebut telah menerima KTP Elektronik. Berapa kepala keluarga yang belum menerima KTP Elektronik?

Jawab:

Karena 100%-50% sama dengan 30%, maka Anda bisa menggunakan cara yang mudah. Anda hanya tinggal mengalikan bilangan tersebut dengan persentase yang telah dipaparkan.

Jadi, penghitungannya adalah

50% x18,000=9,000

Jadi, sebanyak 9,000 kepala keluarga belum mendapatkan KTP Elektronik. Sebagai informasi 50% sama artinya dengan separuh jumlah total objek yang diketahui.

 

Setelah memahami informasi mengenai penghitungan di atas, Anda kini bisa mencoba untuk mengembangkannya dengan penghitungan lain. Anda bisa mencoba untuk membuat soal sejenis dengan bilangan yang diganti untuk dipraktekkan lebih jauh.

Selain cara di atas, persentase juga biasa ditemui ketika Anda menjumpai materi diagram. Dalam diagram, Anda biasanya akan menemui persentase yang harus Anda pecahkan.

Dalam pelajaran Matematika, persen sering diterapkan bersamaan dengan materi yang erat katanya dengan bilangan-bilangan. Di atas juga telah disebutkan bahwa persentase bisa saja digunakan dalam mata pelajaran lain selain Matematika, contohnya adalah Kimia. Dalam pelajaran Kimia, persentase akan digunakan untuk membantu penelitian yang biasanya bertujuan untuk reaksi kimia.

Sedangkan untuk pelajaran lain, yaitu contohnya ekonomi. Biasanya dalam ilmu ekonomi Anda akan menghitung beberapa masalah seperti pajak maupun pendapatan negara.

Sedangkan dalam jenjang yang lebih tinggi, persen akan selalu berguna untuk menunjukkan data riset yang actual. Persentase akan lebih mudah mewakili hasil dari data dan lebih mudah dipahami oleh pembaca maupun pendengar jika Anda melakukan presentasi. Lebih jauh lagi, persentase juga digunakan untuk penelitian tingkat dunia.

Karena persentase banyak digunakan tidak hanya dalam bidang akademisi, maka Anda harus tetap mengembangkan ilmu ini. Bagaimanapun juga, ilmu ini nantinya akan berguna bagi Ada, tidak terpengaruh oleh perubahan tren yang ada.

Hal ini karena persentase memang bagian nyata dari kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, mempelajarinya dari dasar sangat dianjurkan. Terlebih belajar mengaplikasikan cara menghitung persen dalam beberapa kasus seperti pembahasan di atas.

 

Demikianlah informasi Cara Menghitung Persen & Rumusnya – Diskon, Bunga, Keuntungan; semoga dapat membantu teman-teman agar dapat mengerti dengan lebih jelas.

Sumber:

loading...

Leave a Reply